Minggu, 16 Mei 2021 | 01:18
NEWS

Selain Seroja, BMKG Minta Waspadai Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Odette

Selain Seroja, BMKG Minta Waspadai Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Odette
Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok Pixabay)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  mengeluarkan informasi mengenai adanya pertumbuhan 'Siklon Tropis Odette' di Samudera Hindia yang memberikan dampak tidak langsung bagi wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, pertumbuhan Siklon Tropis Odette berawal dari bibit siklon 90S yang sejak Jumat (2/4) muncul bersamaan dengan bibit siklon atau cikal bakal Siklon Tropis Seroja.

"Bibit siklon 90S yang sejak tanggal 2 April 2021 muncul bersamaan dengan bibit siklon cikal bakal siklon Seroja saat ini telah tumbuh menjadi Siklon Tropis Odette di Samudra Hindia," jelas Guswanto melalui keterangan tertulis, Jumat (9/4).

Menurut hasil monitoring BMKG, posisi siklon ini berada pada 14.2 LS dan 107.77 BT atau sekitar 780 kilometer selatan barat daya dari Cilacap, Jawa Tengah.

Adapun kecepatan angin maksimum pada pusat sirkulasi Siklon Tropis Odette mencapai 45 knots atau sekitar 80 kilometer per jam dan tekanan udara di pusat sirkulasinya adalah 900 hPa.

Guswanto menuturkan pemberian nama 'Siklon Tropis Odette' ini dilakukan oleh Australian Bureau of Meteorology (BoM) Tropical Cyclone Warning Center (TCMC), karena posisi siklon tropis ini berada pada wilayah tanggungjawab Australia.

"Karena posisi siklon tropis tersebut berada di wilayah tanggungjawab Australia," jelasnya.

Menurut prediksinya, Siklon Tropis Odette ini akan terus bergerak ke arah selatan-barat daya menjauhi wilayah Indonesia dengan intensitas yang cenderung melemah.

Keberadaan Siklon Tropis Seroja dan Siklon tropis Odette dalam 24 jam kedepan ini memberikan dampak tidak langsung seperti potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, akan tetapi tidak se-ekstrem seperti dampak Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian besar wilayah NTT dan NTB.

"Potensi tersebut dipastikan tidak akan seekstrem seperti ketika kejadian Siklon Tropis Seroja masih di dekat wilayah Nusa Tenggara Timur," imbuh Guswanto.

Sedangkan potensi dampak gelombang tinggi, dia menjelaskan bahwa hal itu dapat terjadi hingga 2 hari ke depan.

Komentar