Minggu, 18 April 2021 | 12:47
JAYA SUPRANA

Ambles Seperti Antasena ke Dalam Bumi

Ambles Seperti Antasena ke Dalam Bumi
Antasena (Dok Jaya Suprana/net)

Sambil mengkaratina diri di masa pagebluk Corona, saya menyempatkan diri menonton berbagai film antara lain film “The Core” disutradarai Jon Maiel serta dibintangi Aaron Eckhart, Hillary Swank, Delroy Lindo, Bruce Grennwood dan lain-lain. 

Film produksi tahun 2003 itu berkisah fiksi-ilmiah tentang inti-bumi berhenti berfungsi maka menimbulkan berbagai malapetaka di permukaan planet bumi seperti satwa mendadak berperilaku buas, aliran listrik total mati, banjir, samudra mendidih, badai topan, tsunami, gempa bumi mahadahsyat menghancurkan kehidupan di planet bumi.

Teranaut

Sebuah tim terdiri dari lima saintis dipersiapkan secara gawat-darurat sebagai teranaut dengan pesawat masuk ke dalam perut bumi untuk resusitasi inti-bumi dengan serangan nuklir agar planet bumi kembali normal. 

Film The Core digarap berdasar bagan bagian dalam planet bumi yang telah disepakati oleh para geolog konon terdiri dari berdasar urutan dari luar ke dalam: kerak bumi, mantel luar, mantel dalam, bagian luar inti-bumi dan bagian dalam inti-bumi. 

Saya menonton film fiksi-ilmiah dengan para tokoh pemeran yang bukan terbang ke luar angkasa seperti Gatotkaca namun masuk ke dalam perut bumi seperti Antasena dengan penuh rasa takjub terhadap kemajuan teknologi pembuatan film yang terus menerus berkembang seolah tak kenal batas akhir. 

Inti Bumi

Namun sambil terkagum-kagum atas trik-trik teknologi film fiksi-ilmiah spektakular saya juga terkagum-kagum atas kreatifitas para ilmuwan geologi yang entah secara bagaimana bisa meyakinkan kita semua termasuk saya bahwa bagian dalam planet bumi ini ternyata terdiri dari apa yang disebut sebagai lithosphere sampai kedalaman 3.000 kilometer dan asthenosphere pada kedalaman mulai 5.000 sampai lebih dari 6.000 kilometer dari permukaan bumi.  

Setahu saya memang sudah ada manusia terbang dan mendarat di rembulan namun setahu saya pula belum ada seorang insan manusia (kecuali Antasena!) apalagi lima saintis berhasil ambles menembus permukaan kerak bumi yang konon paling tipis di dasar lautan untuk masuk ke inti-bumi sebagai bagian terdalam perut-bumi dengan menggunakan pesawat bukan ruang angkasa namun sebaliknya pesawat ruang perut-bumi yang konon berdasar kesepakatan hipotetis para geologi memiliki temperatur nyaris 8.000 derajat Celsius dan tekanan udara duajuta (2.000.000!) kali lipat ketimbang di permukaan bumi. 

Membayangkan saja sudah terlalu sulit bagi saya. Apalagi membuktikan benar-tidaknya. Maka saya legowo pasrah menyerah pada apa kata para mahageolog saja.

Komentar