Kamis, 22 April 2021 | 02:49
COMMUNITY

Patirtan Sapto Resi

Patirtan Sapto Resi
Bersama mbok Yem, sang legenda nasi pecel, warung tertinggi di Indonesia 3.142 mdpl

ASKARA - Patirtan Sapto Resi merupakan wisata baru yang dikelola oleh LMDH WONO TIRTO, Dusun Babar, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi seputaran Candi Cetho.

Saat purnama tanggal 27-28 Februari 2018 saya mendaki seorang diri untuk pertama kalinya ke gunung Lawu via Candi Cetho, patirtan ini belum ada. 

Sangat kebetulan pada purnama 26-27 Februari 2021 saya kembali mendaki seorang diri dengan jalur yang sama, dan menemukan patirtan Sapto Resi ini, sekitar 100 meter di atas Candi Ketek.  

Ternyata baru dibuat sekitar 1 tahun yang lalu, tepatnya mungkin sekitar 7 bulan yang lalu.

Sejarah dibuatnya patirtan ini bagaimana sayapun belum tahu, menurut infonya ada hubungannya dengan Prabu Brawijaya. Sapto dalam bahasa Indonesia berarti tujuh, ya di sini ada tujuh pancuran. 

Menurut infonya Sapto Resi ini digunakan untuk:

1. Mensucikan diri

Bagi para pendaki bisa mensucikan diri sebelum mendaki ke gunung Lawu

2. Sebagai obat

Air dari patirtan ini, pernah diambil untuk mengobati orang sakit, artinya air ini dipercaya bisa menyembuhkan.

3. Air dari patirtan juga dialirkan untuk ladang para penduduk.

Banyak perubahan setelah 3 tahun, tidak jauh dari patirtan ada sebuah warung sebelum pos 1. Jalur juga sudah banyak perbaikan, dibuat agak memutar agar tidak terlalu terjal untuk jalur dari basecamp hingga pos 2. 

Warung kedua ada pada pos 3, warung mba Yuni. Capek mendaki bisa makan gorengan hangat seharga dua ribuan. Di sini juga tersedia sumber air yang sudah ada paralon dan stop krannya. Pada pos ini juga bisa menampung 4 hingga 5 tenda.

Di tahun 2018, warung-warung itu tidak ada. Hati-hati ya, tetap siapkan logistik bila mendaki pada hari biasa (hari kerja), karena warung-warung ini hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Jalur dari pos 3 ke 4 dan 5, tanjakan cukup parah dan licin saat musim hujan. Jalur masih sama seperti saat saya mendaki di tahun 2018. 

Jalur Candi Cetho masih dari tanah, sama dengan jalur Cemoro Kandang. Cukup panjang. Saya membutuhkan waktu 9 jam untuk mencapai Hargo Dalem. Sembari main air lebih dulu di Patirtan Sapto Resi dan beristirahat cukup lama di pos 3. 

Adapun nama-nama pos di jalur Candi Cetho sebagai berikut:

1. Basecamp ketinggian ± 1.500 mdpl 

Dominasi pohon Puspa

2. Candi Kethek

3. Patirtan Sapto Resi.

Tidak jauh dari patirtan ini tersedia warung.

4. Pos 1 (Mbah Branti) 1.702 mdpl, Shelter berada di kiri jalur, vegetasi yang dominan adalah pohon Pinus. Waktu tempuh dari basecamp sekitar 42 menit

5. Pos 2 (Brak Seng) 1.906 mdpl. Shelter berada pada kanan jalur,  tersedia area camp 5-6 tenda. Vegetasi Pohon Damar dan Puspa. Waktu tempuh 52 menit dari pos 1.

6. Pos 3 (Cemoro Dowo) 2.199 mdpl, shelter berada di kiri jalur, tersedia sumber air dan area camp untuk 5 tenda, ada warung juga. Vegetasi didominasi Akasia Gunung. Waktu tempuh sekitar 76 menit dari pos 2.

7. Pos 4 (Penggik) 2.550mdpl
Ada shelter di kiri jalur, area camp di pos ini bisa menampung 3-4 tenda kapasitas 2 orang. Cukup terjal dan waktu tempuh 80 menit dari pos 3.

8. Pos 5 (Bulak Peperangan) 2.861 mdpl. Tidak tersedia sherlter. Dominasi savana dan pinus. Jalur terjal, waktu tempuh 65 menit dari pos 4.

9. Gupak Menjangan 2.952 mdpl, tersedia telaga berisi air saat hujan, airnya di percaya untuk menghilangkan pegal-pegal pada kaki. 

Dominasi savana luas dan pinus. Bila cerah bisa untuk spot foto yang menarik, bila beruntung akan bertemu dengan sekawanan Menjangan (Rusa) di sekitar telaga. Tidak ada shelter, tapi bisa untuk area camp yang cukup luas. Waktu tempuh 40 menit dari pos 5.

10. Pasar Dieng 3.104 mdpl 

Di sini hati-hati dan konsentrasi, pasar Dieng disebut juga sebagai pasar setan suka bikin pendaki nyasar. Area bebatuan tertata rapi semacam peninggalan sejarah dengan banyak pohon cantigi. Waktu tempuh 25 menit dari Gupak Menjangan.

11. Hargo Dalem 3142 mdpl terdapat banyak pondokan terbuat dari seng, dan biasa digunakan untuk ritual. Di area inilah Warung Mbok Yem berada, yang didaulat sebagai warung tertinggi di Indonesia dan yang telah melegenda dengan nasi pecelnya. Waktu tempuh 25 menit dari Pasar Dieng.

12. Hargo Dumilah sebagai puncak gunung Lawu 3.265 mdpl cukup terjal dan di dominasi cantigi dan edelweiss. Saat memasuki area ini, ada 1 batu lumpang disisi kanan jalur. Waktu tempuh 15 menit dari Hargo Dalem, jalur terjal.

13. Hargo Dumiling merupakan puncak di seberang puncak Hargo Dumilah yang jangan pernah dilewatkan, dari posisi ini bila cuaca cerah akan terlihat dengan jelas lautan awan beserta gunung Merbabu, Merapi, Sindoro dan Sumbing.

Untuk biaya simaksi 20.000 per orang untuk 1 hari, parkir 10.000 per malam untuk sepeda motor. Perlu kehati-hatian saat menuju ke area Candi Cetho, karena jalur aspalan yang meliuk-liuk dan curam. Sebisa mungkin tidak menggunakan sepeda motor matic. Sangat berbahaya. 

Gunung Lawu yang kental dengan gunung yang berbau spiritual, mempunyai sejarah sebagai petilasan dan tempat mokshanya Prabu Brawijaya. Hargo Dalem adalah tujuan utama bagi para spiritual. 

Selain Jalur Candi Cetho, ada Jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, Jogorogo, Tambak, dan Singo Langu. Setiap jalur akan menemukan keunikan masing-masing. Jalur manakah yang menjadi favoritmu?

Salam rimba dalam satu jiwa.

Komentar