Sabtu, 22 Juni 2024 | 02:56
NEWS

Jokowi Akan Kocok Ulang Kabinetnya Jika Sudah Atasi 2 Masalah Ini

Jokowi Akan Kocok Ulang Kabinetnya Jika Sudah Atasi 2 Masalah Ini
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Negara)

ASKARA - Salah satu alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga melakukan reshuffle kabinet di satu tahun pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin lantaran Jokowi tidak suka didesak-desak oleh pihak dari luar.

Demikian diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi. Menurutnya, mungkin hal tersebut menjadi alasan utama mengapa mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum juga melakukan reshuffle kabinet.

"Keengganan Jokowi melakukan reshuffle kabinet saya kira karena rasa tidak nyamannya, jika para pembantunya dicopot di tengah jalan. Jokowi tidak suka dengan desakan-desakan dari luar untuk pencopotan para pembantunya," ujar Ari, Jumat (30/10). 

Dosen di Universitas Indonesia ini memprediksi, Jokowi sudah menimbang secara matang, jika melakukan reshuffle kabinet di tengah penanganan pandemi COVID-19, hanya akan menambah runyam potensi ketidakstabilan politik.

Selain itu, kata Ari, pemerintah belakangan ini juga banyak disorot terkait UU Cipta Kerja. 

"Saya kira Jokowi akan melakukan kocok ulang kabinet, begitu satu per satu handicap diselesaikannya," tuturnya.

Menurut pembimbing program doktoral pada pascasarjana Universitas Padjajaran ini, masalah terberat yang perlu diselesaikan terlebih dahulu saat ini adalah pandemi Covid-19.

Kemudian aksi-aksi penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. Jika masalah tersebut dapat ditangani, barulah kemudian Jokowi akan melakukan kocok ulang kabinet. 

"Jadi, ada dua hal yang perlu ditangani terlebih dahulu, wabah covid-19 dan aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja. Setelah itu barulah mungkin akan dilakukan kocok ulang kabinet," pungkas Ari Junaedi. (jpnn)

Komentar