ASKARA - Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang andal dan terampil, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembekalan kepada para pelaku jasa konstruksi.
Pembekalan dengan menggunakan gabungan metode pembelajaran jarak jauh (distance learning) dan tatap muka.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, SDM di Kementerian PUPR harus unggul untuk mendukung Visi Indonesia Maju. Pengembangan SDM merupakan salah satu dari lima program prioritas pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin.
"Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekadar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat. Untuk terus menuju ke arah e-learning, maka harus disiapkan SDM yang dapat menggunakan teknologi informasi," kata Basuki, melalui keterangan resmi, Rabu (22/7).
Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Trisasongko Widianto mengatakan, ketersediaan tenaga kerja konstruksi yang kompeten sangat penting.
"Terlebih di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, dimana sektor konstruksi menjadi salah satu sektor andalan pemerintah untuk ketahanan ekonomi bangsa, tentunya menyediakan tenaga kerja bersertikat adalah suatu keharusan," kata Trisasongko saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta.
Bimtek dan pelatihan tersebut dilaksanakan dengan metode pelatihan jarak jauh atau distance learning dan pelatihan dengan metode hibrid (blended learning) yaitu gabungan pelatihan jarak jauh menggunakan video conference dan tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Dikatakan Trisasongko, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tetapi membutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholder industri konstruksi untuk terus meningkatkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.
"Selain memberikan pelatihan dalam hal ilmu bidang konstruksi, yang penting disampaikan kepada tenaga kerja konstruksi juga tentang kesadaran terhadap protokol kesehatan pada proyek konstruksi di masa pandemi covid-19 seperti saat ini," ujarnya.
Bimtek dan Pelatihan tersebut diikuti oleh 1.705 orang peserta yang dibagi ke dalam 5 kelas yang terdiri Bimtek memahami pemilihan jasa konstruksi sebanyak 905 orang peserta yang berasal dari penyedia jasa konstruksi, berkerja sama dengan Asosiasi Gapeksindo dan Direktorat Pengembangan Jasa Konstruksi.
Bimtek sistem manajemen keselamatan konstruksi sebanyak 300 orang peserta yang terdiri dari pengguna jasa dan penyedia jasa konstruksi, bekerja sama dengan Asosiasi A2K4 dan Direktorat Keberlanjutan Konstruksi.
Bimtek selanjutnya adalah terkait pracetak dan prategang konstruksi yang diikuti sebanyak 450 orang dengan peserta umum dan bekerja sama dengan Asosiasi Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI).
Selain Bimtek juga secara serentak dilaksanakan pelatihan mekanik engine dan operator alat berat dengan total peserta sebanyak 41 siswa SMK yang bekerja sama dengan SMK Negeri 36 Jakarta dan SMK Bina Karya Mandiri Bekasi sebanyak 20 orang peserta (untuk kelas Pelatihan Operator Alat Berat), SMK Negeri 36 Jakarta dan SMK Karya Mandiri Bekasi.
"Tidak lupa selalu saya ingatkan sekali lagi bagi para peserta yang melakukan sesi tatap muka dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan saat ini dimohon untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara tertib dan disiplin," tandas Trisasongko. (industry)

Komentar