Kamis, 18 Juni 2026 | 01:42
NEWS

Berdamai dengan Covid-19, Songsong Pola Hidup Baru

Berdamai dengan Covid-19, Songsong Pola Hidup Baru
Ilustrasi mencuci tangan. (Shutterstock)

ASKARA - Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat memulai pola hidup baru dengan mengubah perilaku dan menyesuaikan diri di tengah pandemi Covid-19. 

Hal itu untuk berdamai dengan virus corona jenis baru.

"Bukan menyerah. Berdamai bukan menyerah tetapi kita harus beradaptasi mengubah pola hidup kita dengan menjalankan protokol kesehatan yang bersiplin," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (16/5).

Banyaknya masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan kompleks mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

Untuk itu, melalui cara berpikir baru, bersikap baru dan lebih produktif maka masyarakat dapat menghindari permasalahan yang muncul akibat dari dampak Covid-19.

"Ini harus kita laksanakan dan harus kemudian diimplementasikan. Dihadapkan pada beberapa dampak Covid-19 ini di dalam kehidupan masyarakat kita," terang Yurianto. 

Cara-cara menerapkan kehidupan baru tetap melakukan sebagaimana kehidupan normal. Kemudian diimbangi upaya selalu membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan masker, menghindari kerumunan, dan tidak keluar rumah.

"Inilah cara hidup kita yang baru. Cara hidup kita yang selalu membiasakan untuk menjaga kebersihan diri," kata Yurianto. 

Bila masyarakat tidak berdaptasi dengan pola hidup baru dan sistem seperti telah diatur pemerintah maka akan menjadi buruk. Terlebih virus Covid-19 belum benar-benar bisa dihilangkan dari muka bumi.

"Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan, beradaptasi dengan pola hidup baru. Pola hidup memegang teguh dan menjalankan secara disiplin semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," tandas Yurianto.

Komentar