ODP Meningkat, Isolasi Mandiri Lebih Ditekankan
ASKARA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali menekankan imbauan isolasi diri lantaran jumlah orang dalam pemantauan (ODP) telah mencapai 165.549 atau terus meningkat.
Hal yang menjadi perhatian ialah ketika seseorang tergolong ODP hampir tidak merasakan keluhan sakit kemudian berpotensi menularkan virus jika tidak menjalankan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan.
"Ini menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan (orang) masuk dalam pemantauan tidak sakit, sakit ringan tapi dirasakan seakan tidak sakit berpotensi menjadi sumber penularan," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/4).
Untuk itu, pemerintah meminta masyarakat mematuhi jarak aman dalam berkomunikasi setidaknya satu hingga dua meter, mengenakan masker jika terpaksa keluar rumah dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
"Masih ada kasus positif tanpa gejala, tanpa keluhan masih ada di tengah masyarakat. Ini menjadi sumber penularan. Dan kedua masih ada masyarakat yang rentan tertular," jelas Yurianto.
Tercatat, sebanyak 36.431 spesimen sudah diperiksa dan ada 33.001 orang yang diperiksa terkait Covid-19. Hasilnya sebanyak 5.136 dinyatakan positif Covid-19 dan jumlah negatif 27.865.
Per 15 April pukul 12.00 WIB, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.165 orang dan terkonfirmasi positif 5.136 melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Total kasus sembuh mencapai 446 orang dan meninggal dunia 468 orang.
Untuk pengujian antigen berbasis real time PCR telah dilakukan di 32 laboratorium di seluruh Indonesia. Selain itu, beberapa laboratorium juga ditingkatkan kapasitasnya baik menambah mesin dan laboratorium baru yang dilengkapi dengan alat sesuai standar.
Data terakhir provinsi yang terdampak Covid-19 telah menyebar di 34 lokasi dan kota/kabupaten mencapai 196 lokasi.

Komentar