Tokoh Masyarakat, Pangdam Hingga Gubernur Raih Penghargaan PWI
ASKARA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat memberikan penghargaan kepada Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau karena kontribusinya dinilai baik terhadap Tanah Papua.
PWI menilai, sejauh ini di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, wartawan tidak sulit mendapatkan informasi untuk disiarkan kepada masyarakat. Bahkan, dia juga telah banyak mencetak anak-anak Papua menjadi prajurit.
Ketua PWI Papua Barat Bustam mengatakan, pangdam Kasuari aktif dalam memberikan informasi soal situasi dan kondisi keamanan di wilayah Provinsi Papua Barat.
Adapun salah satu program yang dimiliki Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yakni mendorong anak-anak Papua untuk menjadi prajurit.
Atas dasar itulah, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mendapatkan PWI Papua Barat Award dalam peringatan Hari Pers Nasional 2020 di Manokwari pada Sabtu (15/2).
"Pangdam diberikan penghargaan sebagai pejabat Papua yang concern dalam mendorong putra-putra Papua untuk maju," ujar Bustam kepada media, Minggu (16/2).
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang turut mendapatkan penghargaan menyatakan bangga, hormat, dan mengapresiasi seluruh insan pers yang tergabung dalam PWI Papua Barat.
Terlebih sub tema dalam peringatan HPN 2020 juga sejalan dengan topik yang digagas pemerintah daerah yakni peduli terhadap lingkungan.
"Sub tema sudah tepat dan sejalan dengan apa yang sudah kita gagas. Di mana kita sudah canangkan Papua Barat ini sebagai provinsi konservasi," katanya.
Sehingga menjadi komitmen yang sama, baik sebagai pejabat ataupun pemerintah juga tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan insan pers.
"Saya minta dukungan kepada kita semua. Masyarakat di manapun berada saya imbau, saya ajak dalam berbagai kesempatan agar tetap peduli dengan lingkungan yang ada," jelas Dominggus.
Penghargaan PWI itu juga diberikan kepada Kepala Polda Papua Barat Brigjen Tornagogo Sihombing, Ketua DPR PB Origenes Wonggor. Serta Regina Wutoi sebagai tokoh perempuan, Yan Agus Rumbewas selaku tokoh lingkungan, Wempi Kambu tokoh pendidikan, dan Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Komentar