Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:21
COMMUNITY

Aku Hanya Prajurit Rendahan

Aku Hanya Prajurit Rendahan

ASKARA: Aku bukanlah pejabat negara juga bukan seorang jenderal seperti kalian.

Aku hanyalah seorang aktivis dan pejuang Allah yang bagaikan prajurit rendahan yang terusik hati nuraninya melihat situasi bangsa dan negara yang sudah diambang perpecahan keterpurukan.

Kalian rangkul kami kalian galang kami dan kalian ajak kami untuk sama-sama berjuang demi NKRI yang kita cintai.

Kalian ajari kami tentang cinta tanah air, bangsa dan juga negara ini.

Kalian ajari kami jujur konsekuensi dan bertanggung jawab.

Tapi setelah kami terpenjara dimana kalian bersembunyi jendral?

Kami tidak pernah menyesali dengan semua konsekuensi yang harus kami hadapi dari semua yang sudah kami lakukan.

Kami tidak akan mengeluh ketika kalian tidak memberi kami sesendok nasi pun disaat kami menahan lapar dibalik jeruji besi ini.

Kamipun tidak akan mengemis dan menangis seperti kalian ketika menghadapi persidangan dimeja hijau. Karena kalian juga yang telah mengajari kami untuk tetap tegar dalam situasi apapun dan dimanapun.

Bahkan kamipun rela ketika kalian tinggalkan, kalian lupakan dan kalian tidak pernah menganggap kami adalah bagian dari perjuangan kalian.

Sekali lagi Aku hanyalah prajurit rendahan yang tidak punya ambisi menjadi pejabat negara ataupun kepala negara seperti kalian.

Kami cuma ingin melihat negri ini menjadi lebih baik yang tentunya akan kami wariskan ke anak cuci kami. Kelak dikemudian hari.

Aku hanyalah prajurit biasa dan tidak seperti kalian. Tapi kami masih punya jiwa korsa dan pejuang militan yang kuat diantara kami tidak seperti kalian yang saling cakar-cakaran hanya karena materi dan jabatan.

Kalian jadi pejabat negara dan jendral pun karena berdiri diatas pundak dan kepala kami sebagai prajurit setiamu.

Kalian hianati kesetiaan kami kalian abaikan kebanggaan dan rasa hormat kami ke kalian meskipun kita sama2-sama pejuang.

Kalian lakukan semua hanya untuk menyelamatkan diri kalian dengan mengorbankan kami.

Kami siap menjadi tumbal negri ini tapi bukan ambisi dan obsesi pribadi kalian yang licik dan picik.

Disini dibalik jeruji ini menjadikan kami tahu siapa pejuang dan siapa pecundang. Dan biarkan kami berjuang dan berusaha mencari kebebasan dgn cara kami sendiri.

Polda Metro Jaya

Jakarta, Januari 2020

Al faqir Daeng Emirald Waskita Ali Diningrat/Gus ALI

Editor: Husnie