BANTEN: Hari ini Selasa 7 Januari 2019 adalah ekspedisi ke 2 dari Tim Gabungan Relawan Bencana Banjir Bogor-Banten dari Alumni SMI. Tujuan kami ke desa Urug, Sukajaya wilayah Cigudeg Kabupaten Bogor yang kemarin sempat simpang-siur beritanya terkait longsor susulan.
Qodarullah hari ini juga Pak Presiden Jokowi berkunjung ke Sukajaya ini, namun beliau hanya bisa sampai di Desa saja karena Medan di lokasi Bencana desa Urug tidak ada landasan yang bisa dijadikan tempat Landing Helipad.
Hari ini tim inti yang berangkat dan bergabung dengan tim relawan yang dekat dengan lokasi di desa Urug Sukajaya Cigudeg ini hanya 2 orang karena team yang lain belum selesai recovery dari ekspedisi Pertama pada tanggal 5 Januari lalu. Kedua tim inti itu adalah Pak Kusnan owner dari Hepi School dan peternakan SIP bersama Pak Anwar Owner dari Azkasyah dan Bukit Air Resto keduanya adalah Alumni Sekolah Muamalah Indonesia, sebuah sekolah bisnis berbasis muamalah bagi para pengusaha yang di dirikan dan di bimbing langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA Hafidzohullahu Taala.
Hari ini saya mendapatkan inspirasi yang Masya Allah dari laporan update di WA Group Tim Gabungan Bencana Bogor-Banten ini. Saya pikir Medan yang kemarin kami tempuh saat ekspedisi pertama sudah cukup berat, ternyata Medan menuju desa Urug ini, dari foto dan video yang di share oleh kedua alumni ini diperkirakan sekitar 5 kali lebih berat dari pada Medan yang Kemarin kami tempuh di Lebak Banten.
Tim Relawan Gabungan hari ini berjalan kaki membawa bantuan diantaranya terpal, makanan dan pakaian untuk disampaikan langsung kepada para korban, menyusuri bukit yang longsor dan licin membuat bukan cuma nafas yang ngos ngosan namun mental pun dibuat naik turun. Dari video pak Anwar share tergambar sekali kalau bukan cuma nafas beliau saja yang ngos ngosan, bahkan warga sekitar yang mengangkut bantuan juga ngos ngosan.
Keadaan mendadak panik saat ada 2 orang tim relawan yang terjebak di lumpur mereka terperosok terendam lumpur sepinggang dan tidak bisa bergerak. Alhamdulillah, Allah masih melindungi mereka berhasil di angkat dengan Beko (Alat Berat) yang Qodarullah ada di dekat lokasi kejadian tersebut. Yaa Allah, pengalaman dari relawan yang tak mungkin terlupakan bagi para relawan saat ingin menyelamatkan orang lain namun keselamatan dirinya yang dipertaruhkan. Masya Allah.
Kemarin saat ekspedisi pertama pak Kusnan bercerita dengan nada sedih ada hampir 20 ribu ayam nya yang ada di lokasi bencana yang kelaparan sudah 2 hari ayamnya tidak makan dan menurut info Karyawan pak Kusnan sudah terlihat lemas. Akses jalan yang terputus karena banjir dan longsor menyebabkan pakan ayam tidak bisa didistribusikan. Jangan kan pakan ayam, makanan dan kebutuhan rescue saat kemarin hanya bisa di drop dengan helikopter atau jalan kaki ke lokasi bencana.
Hari ini setelah melalui perjalanan panjang dan menantang tibalah pak Kusnan sampe ke kandang ayamnya, saat melihat kondisi ayam yang sudah semakin lemas. Masya Allah, beliau memutuskan membagi bagikan ayamnya secara gratis ke warga.
Kurang lebih 3 ribu warga yang ada di daerah sekitar bencana ini sebagian besar mendapat kan ayam secara gratis dan pak Kusnan berencana akan membagikan secara bertahap setiap hari nya kepada para korban bencana. Hari ini saya mendapatkan inspirasi bahwa ternyata bukan untung dan rugi yang paling penting dalam bisnis, tapi ketauhidan dalam bisnis lah yang menjadikan bisnis kita tidak pernah rugi.
Jam 20.06 WIB malam ini saya telpon pak Kusnan, ternyata beliau sedang jalan kaki perjalanan pulang melintasi tengah sawah dan menempuh jalur memutar untuk kembali karena tidak berani menempuh jalur lumpur yang tadi pagi karena kondisi sudah malam.
Di akhir pembicaraan saya sampaikan Insya Allah, Allah pasti ganti pak Kusnan. Ya, karena berbisnis dengan Allah, pasti tak akan pernah rugi. Semoga Allah Subhanahu Wa Taala memberikan keselamatan dan ganti yang lebih baik kepada para korban bencana banjir ini. Mari kita tetap bahu membahu untuk membantu meringan kan mereka. Doakan juga bagi seluruh Relawan yang membantu korban banjir di Bogor dan Banten ini untuk senantiasa Allah jaga keikhlasan mereka. Allahu mustaan.
Berbisnis lah dengan Allah, pasti anda tak akan pernah mengalami kerugian.
Barakallahu fiikum.
Dian Ranggajaya
Founder Sekolah Muamalah Indonesia