JAKARTA: Komunitas Literasi Filsafat Intelektual mulai diwacanakan pada tanggal 23 Desember 2018 di Warkop Padde Kota Makassar oleh 5 orang Mahasiswa yang bernama Ardianta, Rita Saputri, Resky Amalia, Delon Ahmad, dan Muhammad Iqbal dengan spirit wacana adalah ingin memanusiakan manusia.
Langkah pembentukan dikumpulkanlah teman-teman satu organisasi daerah. Kemudian dari itu dilakukanlah pertemuan dengan beberapa kader dari Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan Nasional di Kota Makassar agar bagaimana kemudian mereka bisa menjadi bagian dalam wadah yang nantinya akan di buat.
Pertemuan itu dilakukan kader dari Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan Nasional di Kota Makassar di Rumah Kopi Hitam pada tanggal 27 Desember 2019 dengan Hasil Kesepakatan tentang Stuktur Komunitas, dan Logo Komunitas. Pada pertemuan malam itu pula disepakati bahwa Struktur Komunitas Literasi Filsafat Intelektual dengan komposisi sebagai berikut :
Jenderal Literasi Filsafat Intelektual : Rita Saputri, Sekretaris Jenderal Literasi Filsafat Intelektual : Nurling AguslianiBendahara Literasi Filsafat Intelektual : Wa Ode Fina Astarina
Tujuan dibentuknya Komunitas Literasi Filsafat Intelektual adalah sebagai wadah silahtuhrahmi OKP Nasional dan OKP Kedaerahan, serta melahirkan gagasan untuk meneropong dunia kemahasiswaan dari sudut pandang filsafat.
Komunitas Literasi Filsafat Intelektual dengan dipimpin oleh Rita Saputri sudah berjalan selama hampir 3 Bulan, kegiatan kegiatan kajian pun sudah dijalankan, Namun diakhir terjadi konflik di dalam internal yang disebabkan oleh konflik struktural. Konflik tersebut tak kunjung mampu diselesaikan, olehnya para anggota dan seluruh jajaran Literasi Filsafat Intelektual dengan kebesaran hati sama-sama legowo untuk kemudian menyelesaikan konflik dengan cara perombakan struktural yang ada.
Perombakan itu terpilihlah Ardianta sebagai Jenderal Literasi Filsafat Intelektual yang baru demi meminimalisir konflik yang ada dalam internal.
Kegiatan Komunitas Literasi Filsafat Intelektul sampai sekarang di tangan Ardianta semakin terus berkembang dan semakin maju, serta penerimaan masyarakat intelektual lewat wadah ini semakin disenangi.
Penulis : Ardianta.