Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:27
COMMUNITY
Digagas oleh Komunitas 3M

Festival Budaya Luhak Nan Tigo, Melestarikan budaya MinangKabau

Festival Budaya Luhak Nan Tigo, Melestarikan budaya MinangKabau

JAKARTA:  Bertempat di Lapangan Bola Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan, kembali diadakan Festival Budaya Minang. Untuk yang ke-6 kalinya gelar budaya ini diadakan di Jakarta yang mengutamakan kuliner dan kesenian dari Ranah Minang. Berlangsung selama dua hari, 24 – 25 Agustus 2019,

Festival Budaya Luhak Nan Tigo di adakan Acara ini dibuka oleh Menteri Pendidikan dan turut dihadiri Ketua Indo Jalito Peduli Astri Asgani, Desainer Senior Indonesia yang juga Ketua Umum Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI) Raizal Boeyoeng Rais, Elly Kasim, Resti Asda dan Putri Indonesia Sumatra Barat 2018.

Festival ini adalah perpaduan kesenian, kebudayaan, kuliner Minangkabau. Tempat reuni masyarakat Padang perantauan dan menikmati aneka kuliner khas Sumatera Barat.

Acara yang digagas oleh Komunitas 3M ini bertujuan untuk mengenallan kuliner dan budaya khas Minang khususnya bagi kaum milenial dimana bisa mengenal secara langsung dan bisa dinikmati diacara ini karena ada yang datang langsung dari Ranah Minang .

“Harapan saya acara ini akan terus berkala diadakan tiap 6 bulan sekali ditempat yang berbeda-beda karena antusiasme dari penggemar budaya Minang itu sendiri bahkan ada orang bule juga yang hadir irang awak di perantauan itu sendiri yang rindu akan kampung halaman,” ujar panitia penyelenggara Salim Koto.

Festival Budaya Luhak Nan Tigo akan dimeriahkan oleh artis, seniman, koreografer dari Ranah Minang Deni Malik yang dalam sambutannya sangat bangga sebagai ‘urang awak’ di mana budaya Minangkabau sangat disukai secara nasional.

Dihadiri juga oleh artis ternama Indonesia, Denny Malik, Erni Johan, Dorce Gamalama, Benigno, Harry De Frates, Ida Leman, Arzeti Bilbina dan lain-lain.

Acara sangat meriah karena musik dan lagu-lagu terus menemani pengunjung yang berwisata kuliner seperti soto padang, lemang tapai, bubur kampiun, sate kuah kuning, sate kuah merah, ayam hitam serta berbagai minuman khas Sumatra Barat.

Dalam festival tersebut, tak hanya urang minang saja yang sangat antusias untuk datang, namun dari berbagai pecinta kuliner dan beberapa suku serta pecinta budaya Minangkabau memenuhi lapangan tempat festival dilaksanakan.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang akan disuguhkan kepada para pengunjung dalam festival tersebut adalah lontong padang, nasi kapau, lamang tapai, sate danguang-danguang, bubur kampiun, teh talua dan lainnya.

Bazar kuliner, talk show, peragaan busana, pertunjukan musik tradisional, aneka lomba, demo masak, tarian, seminar UMKN digelar di Festival ini. Selain itu, ada juga kuliner berbentuk cemilan khas Minang, diantaranya adalah pensi, kue bika, sala lauak, cendol durian, dan lain-lain.

Festival ini terbuka untuk umum, siapapun boleh datang. Biaya masukpun gratis!

 

Editor: Husnie