Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:45
TRAVELLING

31 Santri Tarbiyatul Falah Pulang Umrah Penuh Berkah

31 Santri Tarbiyatul Falah Pulang Umrah Penuh Berkah
Rombongan dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah (Dok Askara)

ASKARA - Sebanyak 31 peserta umrah dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, kembali dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam setelah menjalani perjalanan ibadah ke Tanah Suci bersama PT Zam Zam Indah Abadi. Selama perjalanan, rombongan mengikuti rangkaian ibadah, ziarah, dan wisata religi di Madinah, Makkah, serta Thaif.

Perjalanan yang semula direncanakan selama 20 hari tersebut diwarnai sejumlah kendala penerbangan. Namun, berkat upaya koordinasi dan pelayanan pihak travel, rombongan tetap dapat menjalani rangkaian kegiatan ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan membawa kesan penuh berkah.

Dalam keterangan kepada awak media pada Kamis (15/10/2026), KH. Zamzami, Pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah sekaligus ketua rombongan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelayanan PT Zam Zam Indah Abadi di bawah pimpinan H. Iriawan.

Menurutnya, perjalanan umrah tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para santri, bukan hanya dalam menjalankan ibadah, tetapi juga mengenal secara langsung tempat-tempat bersejarah dalam perkembangan Islam.

Keberangkatan dan Kepulangan Diwarnai Kendala

Rombongan awalnya dijadwalkan berangkat pada 7 September 2026. Namun, berdasarkan keterangan pihak rombongan, jadwal keberangkatan mengalami perubahan akibat kendala terkait erupsi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sehingga keberangkatan dijadwalkan ulang menjadi 23 September 2026.

Kendala kembali terjadi menjelang kepulangan. Rombongan menyebut adanya gangguan penerbangan yang dikaitkan dengan dampak serangan kelompok Houthi terhadap bandara Riyadh, yang menurut keterangan tersebut turut memengaruhi penerbangan di sejumlah bandara Arab Saudi, termasuk Jeddah dan Madinah.

Jadwal kepulangan yang semula direncanakan pada 13 September kemudian disebut mengalami perubahan menjadi 16 September 2026. Untuk mengatasi situasi tersebut, pihak travel melakukan penyesuaian rute penerbangan. Rombongan menggunakan maskapai Saudia dari Jeddah menuju Dubai, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan Emirates.

KH. Zamzami mengapresiasi langkah PT Zam Zam Indah Abadi dalam memberikan solusi di tengah perubahan jadwal dan pembatalan penerbangan. Menurutnya, upaya tersebut memungkinkan para peserta tetap menjalani rangkaian kegiatan selama berada di Tanah Suci.

Tujuh Hari Beribadah dan Berziarah di Madinah

Perjalanan rombongan dimulai dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, menggunakan tiga unit bus dan sejumlah mobil pribadi.

Rombongan kemudian melakukan perjalanan udara melalui Dubai sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah. Dari Jeddah, para peserta meneruskan perjalanan darat menggunakan bus menuju Madinah.

Selama tujuh hari di Madinah, para santri menjalani ibadah dan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah. Salah satu pengalaman yang disyukuri rombongan adalah kesempatan memasuki Raudhah sebanyak dua kali.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud. Selain itu, rombongan memperoleh kesempatan mengunjungi kawasan Badar dan Jabal Malaikat untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Islam.

Bagi para santri, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung mengenai sejarah Islam sekaligus sarana memperkuat keimanan.

Melanjutkan Ibadah ke Makkah dan Thaif

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Madinah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makkah menggunakan bus. Para jemaah mengambil miqat pertama di Bir Ali untuk memulai rangkaian ibadah umrah.

Setibanya di Makkah, rombongan menginap di Hotel Snood yang berada di kawasan Ajyad. Selama berada di Kota Suci tersebut, para peserta melaksanakan ibadah sekaligus mengikuti wisata religi ke sejumlah lokasi bersejarah, antara lain Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Mina, dan kawasan sekitarnya.

Rombongan juga mengambil miqat kedua di Masjid Aisyah, Tan'im, untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah berikutnya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Thaif. Di kawasan ini, para santri memperoleh pengalaman tambahan dengan menikmati perjalanan menggunakan kereta gantung dan mencicipi hidangan nasi mandi. Rombongan juga mengambil miqat melalui Qarnul Manazil untuk pelaksanaan umrah ketiga.

Selama perjalanan, rombongan didampingi mutawif dari PT Zam Zam Indah Abadi, Ustaz Enjang. Ia dinilai oleh pihak rombongan sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan setia mendampingi para peserta, baik saat beribadah maupun ketika mengunjungi berbagai tempat bersejarah.

Pendampingan tersebut turut mencakup kunjungan ke Gua Hira dan Jabal Khandamah. Pihak rombongan juga mengatur jadwal khusus agar para santri dapat berdoa di Multazam dan Hijir Ismail serta berupaya memperoleh kesempatan mencium kiswah Ka'bah.

Kultum dari Dua Kota Suci

Tidak hanya beribadah dan berziarah, para santri juga melaksanakan kegiatan kultum secara langsung dari Madinah dan Makkah.

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena para santri berkesempatan menyampaikan pesan-pesan keagamaan dari dua kota suci umat Islam. Pengalaman itu diharapkan dapat menumbuhkan keberanian, memperdalam pemahaman agama, serta meningkatkan semangat para santri dalam mengamalkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari.

Pihak rombongan mengaku bersyukur karena berbagai agenda yang telah direncanakan dapat dijalani dengan baik di tengah perubahan jadwal perjalanan.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan juga sarana pembelajaran spiritual, penguatan kebersamaan, dan pendalaman sejarah Islam secara langsung.

Apresiasi untuk PT Zam Zam Indah Abadi

Apresiasi disampaikan kepada PT Zam Zam Indah Abadi di bawah pimpinan H. Iriawan atas upaya memberikan pelayanan kepada seluruh peserta selama perjalanan, termasuk ketika menghadapi perubahan jadwal dan pembatalan penerbangan.

“Alhamdulillah, perjalanan umrah kami penuh berkah, amanah, dan sangat memuaskan. Terima kasih kepada PT Zam Zam Indah Abadi, khususnya Bapak H. Iriawan dan Ustaz Enjang, yang telah mendampingi rombongan kami. Semoga seluruh kebaikan ini menjadi amal ibadah dan PT Zam Zam semakin sukses serta berkah,” ungkap KH. Zamzami.

Ia berharap PT Zam Zam Indah Abadi terus berkembang menjadi penyelenggara perjalanan umrah yang amanah dan profesional serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Pihak rombongan juga mengajak masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah untuk mempertimbangkan layanan PT Zam Zam Indah Abadi.

Bagi 31 peserta dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, perjalanan ini menjadi kenangan spiritual yang bermakna. Pengalaman beribadah, berziarah, menghadapi berbagai tantangan perjalanan, serta menikmati kebersamaan di Tanah Suci diharapkan semakin menumbuhkan rasa syukur dan semangat dalam memperdalam ilmu agama.

PT ZAM ZAM INDAH ABADI
Indah Ibadahnya, Abadi Surganya.

Editor: Onaria Fransisca