Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:58
NEWS

Ferry Juliantono Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN 2026 - 2031

Bidik Transformasi Kampus Koperasi

Ferry Juliantono Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN 2026 - 2031
Ferry Juliantono kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN 2026 - 2031 (Dok Askara)

ASKARA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) periode 2026–2031 di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum bagi IKOPIN University untuk memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mendidik sumber daya manusia, tetapi juga menjadi pusat riset, inovasi, dan pengembangan gerakan koperasi di Indonesia.

Ferry menegaskan, memimpin IKOPIN bukanlah tugas ringan. Kampus yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan perkoperasian itu membutuhkan revitalisasi, pembaruan strategi, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan gerakan koperasi.

Menurut Ferry, penguatan IKOPIN sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan. Karena itu, pemerintah mendukung program kepemimpinan baru agar IKOPIN mampu mencetak sumber daya manusia koperasi yang profesional dan siap menghadapi perubahan zaman.

IKOPIN Jadi Mitra Strategis Kementerian Koperasi

Ferry menilai, transformasi koperasi nasional tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Diperlukan keterlibatan perguruan tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat riset, serta melahirkan gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi.

Ia berharap IKOPIN mempererat kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), sehingga ketiganya dapat saling mendukung dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional.

“IKOPIN University harus menjadi teman perjuangan dari Kementerian Koperasi dan jadi teman perjuangan dari Dewan Koperasi Indonesia,” kata Ferry.

Menurutnya, koperasi harus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi yang tumbuh dari potensi masyarakat, memberikan manfaat bagi anggota, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Dalam kerangka itu, IKOPIN diharapkan mengambil peran sebagai pusat pemikiran strategis atau think tank yang menghasilkan penelitian, rekomendasi kebijakan, dan inovasi bagi pengembangan koperasi.

Ferry juga menaruh harapan besar terhadap perubahan IKOPIN dalam lima tahun mendatang. Ia ingin melihat kampus tersebut berkembang lebih kuat, baik dari sisi kelembagaan maupun kontribusinya terhadap gerakan koperasi.

“Pada tahun 2031, saya membayangkan IKOPIN University ini sudah berbeda jauh dengan yang sekarang. Termasuk juga dengan sinergi bersama Kementerian Koperasi, Dekopin dan dengan koperasi-koperasi yang lain-lainnya,” ujarnya.

Yudi Azis: Keunggulan Historis Harus Jadi Keunggulan Bersaing

Sementara itu, Prof. Yudi Azis menegaskan bahwa IKOPIN memiliki modal penting untuk melakukan transformasi. Identitas sebagai perguruan tinggi koperasi, pengalaman kelembagaan, sumber daya manusia, serta jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, alumni, dan gerakan koperasi menjadi kekuatan yang perlu dikembangkan.

Namun, menurut Yudi, warisan sejarah tersebut harus diterjemahkan menjadi keunggulan bersaing yang menghasilkan manfaat nyata bagi kampus dan masyarakat.

Keberhasilan IKOPIN, katanya, tidak cukup diukur dari identitas dan sejarahnya. Kampus juga harus mampu meningkatkan jumlah mahasiswa, menjaga keberlanjutan pendapatan, memperkuat reputasi akademik, dan memberikan dampak konkret bagi koperasi Indonesia.

“Karena itu, arah strategis sederhana yaitu IKOPIN University harus mengubah keunggulan historis di bidang koperasi menjadi competitive advantage, keunggulan bersaing yang menghasilkan mahasiswa, menghasilkan revenue, menghasilkan reputasi, dan yang tidak kalah lebih penting adalah menghasilkan dampak bagi koperasi Indonesia,” ujar Yudi.

Pernyataan tersebut menjadi landasan arah kepemimpinan baru yang menempatkan keberlanjutan institusi dan manfaat bagi masyarakat sebagai bagian penting dari transformasi kampus.

Enam Pilar Transformasi IKOPIN

Untuk mewujudkan perubahan tersebut, IKOPIN University menyiapkan enam pilar strategis yang mengintegrasikan penguatan akademik, pengembangan mahasiswa, dan keberlanjutan kelembagaan.

Pertama, financial sustainability, yakni memperkuat kesehatan keuangan agar kampus memiliki fondasi pembiayaan yang memadai untuk mendukung kegiatan akademik dan pengembangan institusi.

Kedua, student growth and experience, dengan meningkatkan pertumbuhan mahasiswa sekaligus memperbaiki kualitas pembelajaran, layanan akademik, dan pengembangan kompetensi.

Ketiga, academic excellence, melalui peningkatan mutu pendidikan, kapasitas dosen, riset, dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Keempat, digital and campus transformation, berupa pemanfaatan teknologi dan pembenahan sistem pengelolaan kampus agar lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kelima, cooperative ecosystem and leadership, dengan memperkuat ekosistem koperasi melalui riset terapan, pengembangan kepemimpinan, dan penyiapan talenta profesional.

Keenam, partnership and revenue growth, yakni memperluas kemitraan dan meningkatkan pendapatan untuk menopang keberlanjutan pengembangan kampus.

Enam pilar tersebut diharapkan menjadi kerangka kerja yang terukur. Tantangannya adalah memastikan setiap strategi diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak terhadap kualitas pendidikan, pengalaman mahasiswa, dan kemajuan koperasi.

IKOPIN Harus Terlibat dalam Kebangkitan Koperasi

Yudi menegaskan, IKOPIN tidak boleh hanya menjadi penonton ketika gerakan koperasi Indonesia berupaya memperkuat perannya dalam perekonomian nasional.

Perguruan tinggi, menurutnya, harus terlibat aktif melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kerja sama yang menjawab kebutuhan nyata koperasi.

Kontribusi itu dapat diwujudkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan model bisnis yang adaptif, perbaikan tata kelola, serta penelitian yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pelaku koperasi.

Dukungan Kementerian Koperasi, Dekopin, yayasan, dunia usaha, dan jejaring akademik diharapkan memperluas ruang kolaborasi agar koperasi Indonesia tumbuh lebih modern, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“IKOPIN tidak boleh hanya menjadi pengamat dari kebangkitan koperasi Indonesia, IKOPIN harus menjadi bagian dari kebangkitan tersebut,” tegas Yudi.

Pengukuhan rektor baru ini turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi Muhammad Taufiq, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Anggota Dewan Pengawas LPDB Koperasi Ichita Meilandany Puspa, Direktur Komersial Bank BRI Alexander Dippo Paris, jajaran pimpinan IKOPIN University, serta perwakilan gerakan koperasi Indonesia.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat pendidikan perkoperasian.

Ke depan, keberhasilan kepemimpinan Yudi Azis akan ditentukan oleh sejauh mana visi dan enam pilar strategis itu dapat diwujudkan menjadi perubahan yang terukur, baik dalam kualitas akademik dan keberlanjutan kampus maupun dalam kontribusi nyata bagi gerakan koperasi nasional.

 

Editor: Agoy

Berita Terkait