Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:45
NEWS

Ferry Juliantono: Kampus Harus Jadi Mesin Ekonomi Danau Toba

Ferry Juliantono: Kampus Harus Jadi Mesin Ekonomi Danau Toba
Ferry Juliantono (Dok Panca)

ASKARA - Perguruan tinggi di kawasan Danau Toba didorong tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Gagasan itu disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri kuliah umum di Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (UNITA), Selasa (6/10/2026).

Dalam kuliah umum bertajuk “From Campus To Future: Menyiapkan Generasi Profesional Menghadapi Transformasi Dunia Kerja” tersebut, Ferry mendorong kolaborasi lebih kuat antara Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan.

Menurut Ferry, kampus memiliki posisi strategis untuk mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Mahasiswa tidak hanya disiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga perlu dibekali kemampuan menciptakan kegiatan ekonomi produktif melalui inovasi, kewirausahaan dan digitalisasi.

Gagasan itu sejalan dengan agenda Kementerian Koperasi bersama Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) dalam mendorong pengembangan komoditas lokal, UMKM dan pariwisata melalui koperasi. Produk seperti kopi, kacang, tenun ulos hingga kuliner dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sehingga menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

Ferry juga melihat UNITA berpotensi menjadi laboratorium pengembangan pertanian. Hal itu ditunjukkan melalui Kebun Praktik Pertanian Terpadu di kawasan UNITA Silangit yang diarahkan menjadi ruang belajar sekaligus praktik mahasiswa.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah bawang putih. Pengembangannya di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi proyek percontohan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong penguatan produksi pangan lokal.

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pertanian dan koperasi yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.

Rektor UNITA Meslin Silalahi berharap kehadiran Menteri Koperasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang dalam bidang inovasi, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

“ Kampus adalah tempat kita menanam, dunia kerja adalah tempat kita memanen, masyarakat adalah tempat kita mengabdi, dan masa depan adalah tempat kita membuktikan bahwa pendidikan yang kita tempuh benar-benar memberikan makna,” ujar Meslin.

Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung menegaskan bahwa penciptaan SDM unggul merupakan salah satu agenda utama organisasinya. KMDT, kata dia, terus mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka ruang pengembangan kapasitas generasi muda di kawasan Danau Toba.

“Program KMDT salah satunya adalah menciptakan SDM unggul anak bangsa. Kita bersyukur Pak Menteri bisa hadir di Sisingamangaraja ini,” kata Edison.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun rantai ekonomi yang lebih kuat. Kampus menjadi pusat pengetahuan dan inovasi, pemerintah membuka dukungan kebijakan, sementara koperasi menghubungkan produksi masyarakat dengan pembiayaan, pengolahan dan pasar.

Dengan pola itu, hasil pertanian dan produk masyarakat tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Pengetahuan, teknologi dan kreativitas mahasiswa dapat ikut mendorong pengolahan serta pemasaran sehingga nilai ekonomi yang tercipta semakin besar.

Bagi kawasan Danau Toba, tantangannya bukan semata memiliki potensi pertanian, UMKM dan pariwisata, tetapi bagaimana potensi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Karena itu, gagasan Ferry membawa UNITA pada peran yang lebih luas: dari ruang kuliah menuju lahan pertanian, koperasi dan pasar. Pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi tumbuh menjadi kekuatan yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Danau Toba.

 

Editor: Agoy

Berita Terkait