ASKARA – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026, Festival Jejak Pangan Lestari 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026), menghadirkan diskusi lintas iman bertema “Membedah Rancangan Undang-Undang Pangan Menuju Sistem Pangan yang Selaras Iman” yang diselenggarakan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL).
Hadir sebagai penanggap utama Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. “Kami di Komisi IV sekarang insyaallah komisi yang cerdas. Revisi RUU Pangan ini harus long term. Kami sangat menanti masukan dari seluruh stakeholder,” ujar Prof. Rokhmin.
Pangan Bukan Sekadar Beras
Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu menjelaskan 5 subsistem pendekatan sistem pangan yang dipakai Panja:
1. Budidaya on-farm yang produktif, efisien, ramah lingkungan
2. Hulu Ekosistem Alamiah – hutan, danau, DAS. “Tutupan hutan minimal harus 30%, di Jawa hanya 15%”
3. Input buatan manusia – pupuk, benih, BBM nelayan, alsintan
4. Industri Pengolahan – Indonesia 50 juta ton sawit/tahun (70% dunia) tapi 75% ekspor masih mentah
5. Market & Konsumen plus pendukung infrastruktur & kebijakan moneter

Fakta Mengagetkan
Anggota Panja RUU Pangan ini membongkar data: konsumsi beras Indonesia 100 kg/orang/tahun, jauh di atas ideal sehat 60 kg (Kemenkes-IPB) dan rata-rata dunia 50 kg. Ini berkorelasi dengan diabetes tertinggi dunia menurut WHO.
Solusinya diversifikasi: sagu, sorgum, porang. Potensi sagu ratusan juta ton, tapi Indonesia masih impor gandum 12 juta ton/tahun. “Mi sagu di Meranti tidak kalah enak dari gandum. Anggapan bahan dasar hanya gandum itu bullshit,” tegasnya.
Indonesia juga impor sapi 800 ribu ekor/tahun dan menjadi juara 2 food wastage tertinggi dunia setelah Arab Saudi – terdiri dari food loss dan food waste.
“Di Surat Al-A'raf dilarang berlebih. Hadis sahih: berhentilah makan sebelum kenyang. Ada paradoks, agama menyerukan kebaikan tapi kita paling brutal memubazirkan,” kata Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.
Peran Agama Krusial
“Pangan adalah hidup-matinya bangsa – pidato Bung Karno saat peletakan batu pertama IPB. Negara dengan penduduk lebih 100 juta yang pangan bergantung impor tidak mungkin maju (FAO, 2000),” ujarnya.
Komisi IV menargetkan RUU diketok Desember 2026 dan meminta masukan tertulis perspektif agama ke Ketua Komisi IV Ibu Titin, dengan tembusan WA ke dirinya, paling lambat Senin.
Pangan bukan sekadar kebutuhan hidup, tetapi fondasi kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat.