Senin, 05 Oktober 2026 | 01:58
MILITER

Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi dari Kelompok Bersenjata di Maybrat

Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi dari Kelompok Bersenjata di Maybrat
Kelompok bersenjata di Maybrat (Dok Koops TNI)

ASKARA - Operasi pengamanan wilayah kembali dilakukan Koops TNI Habema di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dalam operasi yang berlangsung di Distrik Aifat Selatan, Sabtu (3/10/2026), personel gabungan mengamankan senjata api, munisi dan sejumlah perlengkapan lain yang disebut berkaitan dengan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya.

Operasi tersebut melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir. Menurut keterangan Koops TNI Habema, penguasaan wilayah dilakukan sebagai bagian dari patroli keamanan untuk menjaga kondisi wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Informasi mengenai pergerakan kelompok bersenjata tersebut diperoleh melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan. Setelah melakukan pendalaman situasi dan perencanaan, tim gabungan bergerak menuju lokasi yang menjadi sasaran operasi.

Dalam kontak yang terjadi di wilayah Aifat Selatan, dua anggota kelompok yang disebut sebagai Arso Aisnak dan Yohanes Ky dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang disebut melarikan diri dari lokasi.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal terdiri atas satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir munisi, satu unit HT, bendera Bintang Kejora serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan setiap operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dan profesionalisme serta tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” ujar Riyanto.

Ia menegaskan setiap tindakan prajurit harus dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur karena setiap nyawa memiliki nilai.

Hingga kini, personel gabungan masih melakukan pencarian terhadap anggota kelompok lainnya yang disebut melarikan diri. Koops TNI Habema juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

Riyanto membuka ruang bagi mereka yang ingin memilih jalan damai dan kembali bergabung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” katanya.

Koops TNI Habema menyatakan kehadiran TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat beraktivitas, mengembangkan perekonomian dan menikmati pembangunan dalam suasana aman.

 

Editor: Caecilia Eersta