ASKARA - Di tengah derasnya arus informasi dan semakin mudahnya siapa pun memproduksi konten, profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin besar. Bukan sekadar cepat menyampaikan berita, tetapi memastikan setiap informasi yang sampai kepada publik benar, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semangat itu menjadi bagian dari pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jaya Angkatan ke-66 yang digelar Senin-Selasa (5-6/10/2026) di Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Sebanyak 24 peserta mengikuti UKW tersebut, terdiri atas empat kelas Muda dan satu kelas Madya.
Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan, peningkatan kompetensi wartawan semakin penting seiring perubahan lanskap media dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Kesit, AI dapat menjadi alat bantu bagi wartawan dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik. Namun, teknologi tidak boleh menggantikan proses jurnalistik yang mengutamakan verifikasi dan tanggung jawab.
“Sekarang ini wartawan dalam menulis berita banyak dibantu AI, tetapi sebenarnya jangan sampai bergantung sepenuhnya pada AI,” ujar Kesit, Jumat (2/10/2026).
Ia juga mengingatkan wartawan agar tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber pemberitaan. Informasi yang beredar di platform digital tetap harus dikonfirmasi kepada pihak terkait sebelum menjadi berita.
“Jangan dibalik, masa mengandalkan media sosial,” tegasnya.
Bagi PWI Jaya, UKW bukan sekadar ujian untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi ruang untuk mengukur kembali kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Ketua Panitia UKW PWI Jaya Angkatan ke-66, Arman Suparman, mengatakan 24 peserta yang mengikuti ujian berasal dari jenjang Muda dan Madya.
“Ada empat kelas di Muda dan satu kelas Madya,” kata Arman.
UKW dijadwalkan dimulai Senin (5/10) pukul 08.00 WIB setelah pembukaan oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Drs. Arifin, M.A.P.
Arman menyampaikan apresiasi kepada Astra International dan perusahaan katering Nendia Primarasa yang turut mendukung pelaksanaan UKW tersebut.
Adapun para penguji UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 terdiri atas Kesit Budi Handoyo, Theo M. Yusuf, Asro Kamal Rokan, Rabiatun Drakel, dan TB Adhi.
Di tengah banjir informasi, kecepatan memang penting. Namun bagi pers, akurasi tetap menjadi harga yang tidak boleh ditukar dengan kecepatan.
Sebab satu berita yang keliru dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara membangun kembali kepercayaan publik membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Karena itu, kompetensi wartawan bukan hanya kebutuhan industri pers, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pers dalam menjaga ruang publik yang sehat.