ASKARA - Kondisi Pasar Jambu Dua Kota Bogor dikeluhkan para pedagang. Meski bangunan pasar baru selesai direvitalisasi, aktivitas jual beli masih sepi pembeli.
Para pedagang menilai sepinya pembeli tak lepas dari tingginya harga sewa kios yang ditetapkan pengelola, yakni Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor. Beban sewa yang mahal dinilai tidak sebanding dengan pendapatan harian yang terus menurun.
"Kondisi pasar bangunannya baru, tapi pembeli sepi. Harga sewa kios mahal, sementara pemasukan kami tidak menentu. Kalau terus begini kami rugi," ujar salah satu pedagang Pasar Jambu Dua, Kamis (1/10/2026).
Selain soal sewa, pedagang juga menyoroti persoalan parkir. Kendaraan yang parkir di luar area pasar kerap menghalangi badan jalan, sehingga akses keluar masuk pembeli menjadi terganggu dan menimbulkan kemacetan.
"Parkir di luar kadang menghalangi badan jalan, jadi pembeli malas masuk ke dalam pasar," keluhnya.
Para pedagang berharap Perumda Pasar Pakuan Jaya sebagai pengelola dapat mengevaluasi kembali besaran tarif sewa kios dan menata sistem parkir agar lebih tertib. Mereka juga meminta adanya upaya promosi untuk menarik kembali minat pembeli datang ke Pasar Jambu Dua.