Mantan Kasal Urun Gagasan Strategis untuk Penggunaan Tempur KRI Sriwijaya-100
ASKARA - Sejumlah mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dan sesepuh TNI AL urun gagasan strategis dalam Round Table Discussion (RTD) Penggunaan Tempur KRI Sriwijaya-100, Selasa (29/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkaya konsep penggunaan tempur kapal perang tersebut agar mampu menjalankan berbagai misi secara optimal.
Para sesepuh TNI AL yang hadir antara lain Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijanto, Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Amarullah Octavian, dan Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Surya Wiranto.
Mereka menyampaikan kajian, pengalaman, dan analisis strategis mengenai desain penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100, termasuk dalam mendukung Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam forum tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa terdapat empat pilar yang perlu diperkuat dalam mendesain penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100, yakni modernisasi kapal, peningkatan kemampuan personel, pengembangan organisasi, serta penyempurnaan doktrin operasi.
Kasal menegaskan bahwa pembangunan kekuatan militer harus diikuti dengan penyiapan perangkat lunak sebagai bagian dari Revolution in Military Affairs. Salah satunya melalui penyusunan petunjuk dan referensi penggunaan tempur yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan operasional.
Sementara itu, Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksda TNI Dr. Yayan Sofiyan menegaskan seluruh masukan yang disampaikan Kasal, para narasumber, dan peserta RTD perlu menjadi referensi bagi Tim Kelompok Kerja (Pokja) dalam menyusun penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100.
Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan konsep penggunaan tempur yang komprehensif dengan mempertemukan pengalaman para pemimpin TNI AL terdahulu dengan kebutuhan operasional dan perkembangan lingkungan strategis saat ini.

Komentar