Rabu, 30 September 2026 | 10:07
COMMUNITY

Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI Gencarkan Pencegahan Adiksi Game dan Rokok pada Remaja di Bekasi

Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI Gencarkan Pencegahan Adiksi Game dan Rokok pada Remaja di Bekasi
Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI memberikan edukasi pencegahan Adiksi Game dan Rokok pada Remaja di Bekasi (foto.ivan)

ASKARA — Tim Pengabdian Masyarakat Klaster Mental Health & Psychiatric Nursing Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar program bertajuk "Pencegahan dan Edukasi Adiksi Game serta Rokok pada Remaja Berbasis Komunitas Saung Belajar".  

Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, bekerja sama dengan Komunitas Saung Belajar (KSB) belum lama ini.

Program yang diinisiasi untuk merespons kerentanan usia remaja ini dipimpin oleh Prof. Herni Susanti, S.Kp., MN, Ph.D.

Dalam pelaksanaannya, Prof. Herni didukung oleh tim Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI yang terdiri atas Dr. Novy Helena Catharina Daulima, Ria Utami Panjaitan, dan Ns. Dian Fitria. 

Selain itu, kolaborasi lintas institusi turut diperkuat dengan kehadiran Dr. Anugriaty Indah Asmarany dari Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, serta kerja sama erat bersama pendiri KSB, Citra Amelia, S.Kep., M.KM.

Program ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 20 pasang orang tua dan remaja. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap visitasi intensif:


Visitasi 1 (Pengenalan dan Komunikasi Asertif): Berlangsung selama 135 menit, diawali dengan pre-test dan sesi edukasi mengenai mekanisme munculnya adiksi gawai dan rokok pada remaja. Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok diskusi guna membedah tekanan teman sebaya (peer pressure) serta tantangan pengasuhan di rumah. Sesi ini ditutup dengan pelatihan komunikasi asertif menggunakan teknik "Say-No" dan "I-Language".

Visitasi 2 (Evaluasi dan Komitmen Keluarga): Berlangsung dengan durasi yang sama, sesi ini berfokus pada evaluasi penerapan komunikasi di rumah selama sepekan, strategi pengawasan tanpa mengekang, serta perumusan aturan bersama. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan pakta komitmen keluarga, post-test, dan perumusan rencana tindak lanjut mandiri.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI, Prof. Herni Susanti, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam rumah untuk mencegah perilaku adiktif pada anak.

"Kami ingin keluarga jadi tempat pertama anak untuk berbicara tentang masalahnya. Makanya, fokusnya bukan hanya edukasi soal bahaya adiksi, tapi juga bagaimana caranya orang tua dan anak bisa ngobrol dengan baik dan nyaman," ujar Prof. Herni.

Senada dengan hal tersebut, pendiri KSB Citra Amelia menyambut baik kehadiran program ini karena dinilai sangat solutif bagi para orang tua di tingkat akar rumput.

"Banyak orang tua di sini sebenarnya bingung harus mulai dari mana. Program ini sangat membantu anak dan orang tua untuk jadi lebih dekat, sehingga anak nggak lari ke adiksi," ungkap Citra.

Melalui pendekatan keperawatan jiwa preventif ini, FIK UI berharap dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental dan pencegahan adiksi langsung ke tengah-tengah keluarga berbasis komunitas.

Komentar