Minggu, 27 September 2026 | 03:09
COMMUNITY

Di Gua Lourdes, Paus Leo XIV Berlutut dan Berdoa

Di Gua Lourdes, Paus Leo XIV Berlutut dan Berdoa
Lourdes menyambut Paus Leo XIV (Dok Vatican)

ASKARA - Ada tempat-tempat di dunia yang tidak membutuhkan banyak kata untuk menghadirkan keheningan. Gua Massabielle di Lourdes atau Gua Maria, Prancis, adalah salah satunya.

Di tempat yang dikenal sebagai Gua Penampakan itu, Paus Leo XIV mengambil waktu untuk berdoa. Di hadapan Grotto of the Apparitions, ia hadir dalam suasana hening sebagai seorang peziarah, membawa doa Gereja dan umat yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Lourdes telah menjadi salah satu tempat ziarah penting umat Katolik sejak 1858. Di tempat inilah, menurut kesaksian Gereja, Bunda Maria menampakkan diri kepada Bernadette Soubirous.

Sejak saat itu, jutaan peziarah datang ke Lourdes. Mereka membawa berbagai cerita kehidupan: harapan, rasa syukur, pergumulan, permohonan kesembuhan, hingga doa bagi keluarga dan orang-orang yang mereka kasihi.

Di tengah arus peziarah tersebut, kehadiran Paus Leo XIV memberikan warna tersendiri. Ia tidak datang hanya sebagai pemimpin Gereja Katolik, tetapi juga sebagai seorang peziarah yang berhenti sejenak untuk berdoa.

Di Gua Massabielle, suasana hening menjadi bagian penting dari perjumpaan itu. Tidak ada panggung besar. Tidak ada sorotan tentang kebesaran seorang pemimpin. Yang tampak justru kesederhanaan seorang manusia yang berdoa.

Bagi umat Katolik, doa di hadapan Gua Penampakan memiliki makna spiritual yang kuat. Lourdes selama lebih dari satu abad menjadi tempat orang datang membawa apa yang tidak selalu mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Ada yang datang dengan luka, ada yang membawa harapan, dan ada pula yang sekadar ingin mengucap syukur.

Kehadiran Paus Leo XIV di Massabielle kembali mengingatkan bahwa perjalanan iman tidak selalu berbicara tentang jawaban yang segera ditemukan. Terkadang, ziarah justru dimulai dengan keberanian untuk datang, diam, dan menyerahkan pergumulan kepada Tuhan.

Dari Lourdes, doa Paus Leo XIV menjadi bagian dari tradisi panjang tempat itu: sebuah ruang sederhana yang terus didatangi manusia dari berbagai bangsa, bahasa dan latar belakang.

Di hadapan Gua Massabielle, seorang Paus kembali berdoa. Dan dalam keheningan itu, Lourdes kembali menunjukkan wajahnya sebagai tempat orang mencari pengharapan.

 

Komentar