Minggu, 05 Juli 2026 | 06:25
MILITER

TNI AU Terima Rafale dan A400M MRTT, Perkuat Pertahanan Udara Nasional

TNI AU Terima Rafale dan A400M MRTT, Perkuat Pertahanan Udara Nasional
TNI Angkatan Udara resmi menerima penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern berupa enam pesawat tempur Rafale, Airbus A400M MRTT, Falcon 8X, Radar Ground Control Intercept (GCI) (Dok Dispenau)

ASKARA - TNI Angkatan Udara resmi menerima penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern berupa enam pesawat tempur Rafale, Airbus A400M MRTT, Falcon 8X, Radar Ground Control Intercept (GCI), hingga berbagai persenjataan modern untuk memperkuat kesiapan operasi udara nasional.

Penyerahan alutsista tersebut dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Kehadiran sejumlah alutsista modern itu dinilai akan meningkatkan kemampuan TNI AU dalam menjaga superioritas udara, memperkuat mobilitas strategis, pengawasan wilayah, hingga mendukung operasi udara jarak jauh di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan pertahanan nasional dilakukan sebagai langkah menjaga kedaulatan negara dan bukan untuk kepentingan agresi.

“Pertahanan adalah penangkal. Kita menjaga wilayah kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo.

Enam pesawat tempur Rafale yang diterima TNI AU menjadi salah satu kekuatan baru dalam memperkuat daya gentar pertahanan udara Indonesia. Pesawat tempur generasi modern tersebut memiliki kemampuan multiperan untuk misi pertahanan udara, serangan darat, pengintaian, hingga peperangan elektronik.

Selain itu, Airbus A400M MRTT akan memperkuat kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara, sehingga mendukung jangkauan operasi pesawat tempur TNI AU menjadi lebih luas dan efektif.

TNI AU juga menerima pesawat Falcon 8X yang memiliki kemampuan pengawasan dan dukungan mobilitas udara, serta sistem Radar GCI untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pengendalian wilayah udara nasional.

Penguatan alutsista ini merupakan bagian dari modernisasi kekuatan pertahanan udara Indonesia guna menghadapi tantangan geopolitik dan keamanan kawasan yang terus berkembang.

Melalui pengadaan alutsista modern tersebut, TNI AU diharapkan semakin siap menjaga ruang udara nasional sekaligus mendukung strategi pertahanan negara yang adaptif dan berdaya tangkal tinggi.

“TNI Angkatan Udara, Jauh di Langit Dekat di Hati,” demikian slogan yang kembali digaungkan dalam acara penyerahan alutsista tersebut.

 

Komentar