ELPALA SMAN 68 Gelar Latihan Lapangan, Resmikan Anggota ELPALA 41
ASKARA - Saat banyak remaja mengisi 14 Februari dengan perayaan Valentine, para pelajar SMAN 68 Jakarta justru memilih jalan berbeda. Sabtu (14/2/2026), ELPALA SMAN 68 menggelar Latihan Lapangan di Kawah Ratu via Pasir Reungit sekaligus meresmikan Anggota ELPALA 41.
Sejak pukul 05.00 WIB, rombongan sudah bergerak dari SMAN 68 menuju lokasi latihan. Tanpa menginap, kegiatan berlangsung penuh seharian, menuntut fisik, disiplin, dan kekompakan tim.
Ketua ELPALA SMAN 68, Dafa Maheswara, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter anggota baru.
“Di hari Valentine, kami memilih latihan lapangan karena ELPALA ingin membentuk mental tangguh, disiplin, dan solid. Ini bukan sekadar latihan teknik, tapi latihan tanggung jawab,” ujar Dafa.
Latihan lapangan di bawah pengawasan alumni Elpala, Arnando, kali ini memuat materi penting bagi pembinaan anggota baru, mulai dari trekking, latihan navigasi, hingga praktik membuat bivak dan set up flying camp. Semua rangkaian dirancang bukan sekadar melatih keterampilan, tetapi membangun kebiasaan berpikir aman dan bertindak terukur di alam.
Momentum yang paling berkesan adalah prosesi peresmian Anggota ELPALA 41. Dalam simbolisasi penerimaan, dilakukan penyerahan kaos 40 Tahun ELPALA kepada para ca’ang, sebagai penanda bahwa mereka kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar ELPALA.
Kegiatan ini juga melibatkan para alumni, termasuk pendiri ELPALA, Eka Bama Putra, yang ikut turun langsung mendampingi. Kehadiran pendiri dan alumni dinilai menjadi energi tambahan bagi para anggota muda.
“ELPALA dibangun dari semangat kebersamaan dan ketangguhan. Saya senang melihat generasi sekarang tetap menjaga tradisi latihan lapangan, menjaga disiplin, dan tetap menghormati alam,” kata Eka Bama Putra.
Selain memperkuat teknik dasar, pendampingan alumni juga menjadi ruang transfer pengalaman, nilai keselamatan, serta etika berorganisasi yang menjadi ciri khas ELPALA lintas angkatan.
Di tengah hiruk-pikuk tren remaja yang identik dengan Valentine, ELPALA SMAN 68 menunjukkan pilihan yang lebih bermakna: membangun diri, belajar bertahan, dan menguatkan solidaritas.
Satu hari di jalur Kawah Ratu bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan karakter. Karena bagi ELPALA, cinta bukan sekadar perayaan, melainkan keberanian untuk menjaga alam, menjaga kawan, dan menjaga diri.

Komentar