Hari Lingkungan Hidup 2025, Tanam Pohon dan Kampanye Minim Plastik
ASKARA - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Semarang, Wakil Bupati Hj. Nur Arifah memimpin apel bersama masyarakat di Lapangan Pancasila, Desa/Kecamatan Bringin, Kamis (19/6).
Dalam kegiatan itu, Wabup menyerukan pentingnya gaya hidup minim plastik demi keberlanjutan bumi, sekaligus mengajak masyarakat menanam pohon untuk penghijauan.
Dengan semangat menjaga bumi dari ancaman kerusakan, ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati Lapangan Pancasila, Kecamatan Bringin. Mereka hadir mengikuti apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Semarang yang dipimpin Wakil Bupati Hj. Nur Arifah.
Dalam sambutan yang membacakan pesan tertulis Bupati H. Ngesti Nugraha, Wabup menegaskan pentingnya kesadaran kolektif menghadapi krisis lingkungan. Ia menyebut polusi plastik bukan hanya ancaman nyata, tetapi juga cerminan gaya hidup tidak berkelanjutan.
“Polusi plastik bukan sekadar masalah sampah, tetapi juga gejala dari pola hidup yang harus kita ubah. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk mengurangi plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya penuh semangat.
Bukan hanya menggelar apel, Pemerintah Kabupaten Semarang juga menyusun serangkaian kegiatan lingkungan secara menyeluruh. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Budi Raharjo, menyampaikan bahwa agenda tahun ini mencakup aksi resik-resik di kawasan Rawa Pening, pembersihan sampah massal di dua titik strategis Kecamatan Bringin, serta edukasi pengelolaan sampah ke 16 desa.
Tak hanya berhenti pada seruan moral, kegiatan ini juga diiringi langkah nyata. Wabup dan jajaran Forkopimda melakukan penanaman pohon di sekitar area lapangan sebagai simbol komitmen terhadap penghijauan. Selain itu, diserahkan pula bantuan tempat sampah dan bibit tanaman produktif kepada warga, sebagai dukungan praktis bagi upaya pelestarian lingkungan.
Dalam apel yang diikuti pelajar, Pramuka, TNI, Polri, OPD, komunitas relawan, perwakilan dunia usaha, hingga petugas kebersihan DLH ini, Wabup turut mengutip data United Nations Environment Programme (UNEP) yang menunjukkan bahwa setiap tahun dunia menghasilkan sekitar 400 juta ton sampah plastik.
Sayangnya, hanya 10 persen di antaranya yang berhasil didaur ulang. Selebihnya, mencemari daratan, perairan, dan bahkan telah masuk ke rantai makanan manusia.
Tema peringatan tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik”, menjadi pengingat bahwa bumi menghadapi tantangan besar: polusi, perubahan iklim, dan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati. Kabupaten Semarang, melalui momentum ini, meneguhkan komitmennya dalam melibatkan seluruh unsur masyarakat menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
Wabup berharap, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan mendorong lahirnya gerakan kolektif yang terus hidup dalam keseharian masyarakat. Menanam pohon dan mengurangi plastik diharapkan menjadi kebiasaan, bukan hanya kegiatan sesaat. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar