Selasa, 16 Juli 2024 | 13:17
NEWS

Menko Perekonomian: Realisasi Anggaran Pengendalian Inflasi Sudah Mencapai Rp39 Triliun

Menko Perekonomian: Realisasi Anggaran Pengendalian Inflasi Sudah Mencapai Rp39 Triliun
Airlangga Hartarto

ASKARA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan, realisasi anggaran pengendalian inflasi Kementerian/Lembaga pusat sudah mencapai Rp39 triliun per akhir Mei 2024 dari total anggaran Rp124,16 triliun.

Hal itu dia sampaikan di depan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2024 secara virtual, Jumat (14/6).

"Realisasi anggaran KL sampai dengan 31 Mei, anggaran pusat untuk pengendalian inflasi sebesar Rp39 triliun atau 29 persen dari pagu Rp124,16 triliun. Sementara fiskal daerah realisasi Rp13,56 triliun dari Rp92,87 triliun," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, pemerintah menekankan kesinambungan pasokan domestik untuk menjaga stabilitas pangan di seluruh daerah. 

Menurut Airlangga, hal ini menjadi penting untuk pengendalian inflasi.

"Dari badan pangan akan mempersiapkan terkait dengan hal kedua, yaitu penyediaan data pangan yang akuntabel dengan adanya neraca pangan maka stabilisasi harga di daerah bisa lebih termonitor," jelas Airlangga.

Di sisi lain, lanjut Airlangga, stabilisasi harga untuk mengatasi kenaikan harga pangan melalui penyaluran Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) bantuan pangan murah telah berhasil menekan kenaikan harga pangan yang lebih tinggi.

Selain itu, tutur Airlangga, penambahan alokasi pupuk subsidi, maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). 

"Serta memastikan kelancaran distribusi untuk 10 komoditas pangan strategis untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Untuk sektor pertanian sebesar 30 persen dan ini yang kedua sesudah sektor perdagangan," terang Ketua Umum Partai Golkar ini.

"Memastikan kelancaran distribusi terutama untuk 10 komoditas pangan strategis oleh badan pangan nasional dan optimalisasi tol laut untuk daerah yang tertinggal terpencil dan terluar," pungkas Airlangga Hartarto.

Komentar