Selasa, 16 Juli 2024 | 10:26
NEWS

Ketua MPR RI Bamsoet Berharap Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo - Gibran Diisi Figur Kompeten

Ketua MPR RI Bamsoet Berharap Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo - Gibran Diisi Figur Kompeten
Open House dan halal BI halal di rumah Aburizal Bakrie

ASKARA - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar menegaskan pentingnya figur kabinet mendatang diisi orang-orang yang memiliki kompetensi mumpuni, berintegritas baik, dan memiliki loyalitas total. Hal ini penting mengingat tantangan dunia kedepan atas berbagai krisis akibat perang dan bencana alam akan mempengaruhi kondusifitas dalam negeri.

"Para pembantu presiden nanti harus mampu bekerja 1 kali 24 jam selama 365 hari dalam lima tahun sepanjang 2024-2029 mendatang. Baik itu yang Presiden Prabowo pilih dari partai politik maupun profesional," ujar Bamsoet usai menghadiri open house dan halal bihalal di kediaman tokoh senior Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Jakarta, Kamis (11/4).

Turut hadir Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, Luhut Panjaitan, Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, Rosan Roeslani, Akbar Tanjung, Theo Sambuaga dan Hashim Djojohadikusumo.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan ini menjelaskan, para anggota kabinet mendatang harus bisa untuk mengawal dan mengeksekusi kebijakan Presiden Prabowo dengan baik.

"Saatnya kini, semua komponen bangsa bersatu dan berbuat kebaikan untuk bangsa dan negara. Apalagi, kita saat ini berada di tengah ancaman depresi ekonomi dunia yang pasti akan mempengaruhi situasi pertahanan dan keamanan Indonesia. Terbukti, setiap kegaduhan politik berkepanjangan cenderung lebih banyak akan memperburuk stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila serta Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini juga mendukung rencana pemisahan beberapa kementerian yang selama ini merangkap, seperti Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum menjadi Kementerian yang terpisah. Lalu Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan lain-lain.

"Pembantu presiden nanti harus memiliki semangat baru, kolektif kerja baru, dan nomenklatur kementerian baru, tantangan baru, tetapi tetap dibaluti dengan kedalaman strategis kombinatif, penerus kebijakan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin hari ini," pungkas Bamsoet.

Komentar