Selasa, 16 Juli 2024 | 10:16
NEWS

Pegawai KAI Terpapar ISIS, Habib Syakur: Menteri BUMN Erick Thohir Kecolongan!

Pegawai KAI Terpapar ISIS, Habib Syakur: Menteri BUMN Erick Thohir Kecolongan!
Barang bukti senjata api dan bendera ISIS di lokasi penangkapan terduga teroris berinisial DE (int)

ASKARA - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mengapresiasi kesigapan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang berhasil menangkap tersangka teroris berinisial DE di Bekasi, Jawa Barat.

"Terimakasih Densus 88 yang kinerjanya luar biasa, menangkap teroris ISIS yang bekerja di perusahaan BUMN di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Yang ditangkap itu sudah terafiliasi kelompok terorisme selama 13 tahun," kata Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Selasa (15/8).

Habib Syakur menuturkan, pria berinisial DE yang ditangkap Densus 88 itu lebih dahulu menjadi pengikut Mujahidin Indonesia Barat (MIB) dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebelum menjadi pegawai PT KAI.

Habib Syakur mengaku miris karena terduga teroris ISIS yang ditangkap itu adalah pekerja di perusahaan milik negara. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok teroris di Indonesia sudah begitu leluasa dan mudah sekali masuk dalam jaringan instansi dan perusahaan negara.

Karena itu, Habib Syakur meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir maupun menteri-menteri lain di kabinet Presiden Jokowi membangun kerjasama dengan Densus 88 untuk membersihkan instansi negara maupun perusahaan milik negara dari pengaruh ajaran radikalisme, intoleransi, dan ekstremiame beragama  yang mengarah pada tindakan terorisme seperti ISIS.

"Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, saya minta agar lebih aware (peduli) lagi terhadap masalah radikalisme, intoleransi dan ekstremisme beragama yang mengarah pada terorisme. Pak Erick Thohir jangan lagi kecolongan, maka sekarang harus bekerjasama dengan Densus 88 untuk membersihkan seluruh perusahaan BUMN, jangan-jangan masih banyak yang seperti ini (pegawai BUMN terpapar terorisme, red)," jelas Habib Syakur.

Ulama asal Malang raya ini mengingatkan bahwa terorisme dan ekstremisme beragama adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa Indonesia yang tak bisa dianggap sepele.

"Kita semua rakyat Indonesia harus berterimakasih kepada Densus 88. Presiden Jokowi juga harus beri penghargaan penuh pada Densus atas kinerjanya yang sangat luar biasa menangkap teroris sehingga Indoensia terhindar dari radikalisme, ekstremisme beragama yang berujung teror," tandas Habib Syakur.

Komentar