Selasa, 21 Mei 2024 | 20:58
NEWS

Kendati Sudah Empat Tahun Dimakamkan, Jenazah Suster Wilhelmina Lancaster Tetap Utuh

Mukjizat Wanita Afrika Pertama

Kendati Sudah Empat Tahun Dimakamkan, Jenazah Suster Wilhelmina Lancaster Tetap Utuh
Para peziarah berdoa di sisi jasad Suster Wilhelmina Lancaster (Dok Catholik Online)
ASKARA - Ratusan orang telah melakukan perjalanan ke Biara Benediktin Maria, Ratu Rasul, di pedesaan Missouri, Amerika Serikat untuk melihat tubuh seorang biarawati yang tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan kendati telah dimakamkan sekitar empat tahun lamanya.
 
Kehadiran para peziarah tersebut terjadi setelah berita itu menjadi viral di berbagai media sosial sehingga membuat netizen terkejut mengetahui jenazah pendiri Ordo Suster Benediktin Afrika-Amerika yang baru saja digali tampak tidak rusak kendati peti sudah rusak dan sebagian terendam air.
 
Saat dimakamkan, Suster Wilhelmina Lancaster dimakamkan menggunakan peti kayu sederhana. Suster Lancaster meninggal pada usia 95 tahun pada 29 Mei 2019 lalu.
 
Suster Lancaster sendiri mendirikan Ordo Suster-suster Maria Benediktin, dan terkenal karena nyanyian Gregorian yang memuncaki tangga lagu dan album himne Katolik klasik.
 
Penggalian dilakukan karena kepala biara memutuskan untuk memindahkan jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhir di dalam kapel biara mereka. Langkah ini adalah kebiasaan lama bagi para pendiri ordo atau kongregasi.
 
Saat penggalian, para suster berharap untuk menemukan sisa-sisa tulang pendiri mereka. Namun, para Suster Benediktin malah menggali peti mati dengan tubuh dalam kondisi utuh.
 
Padahal, tubuh suster tersebut tidak dibalsem dan peti mati kayu yang digunakan memiliki retakan di tengahnya dan membiarkan kelembapan masuk.
 
“Kami pikir dia adalah jenazah wanita Afrika-Amerika pertama yang ditemukan tidak rusak,” kata kepala biara komunitas saat ini, Suster Cecilia, OSB seperti dilansir dari Insider (27/5/2023).
 
Menurut kepala biara, Tubuh Biarawati Missouri ditutupi lapisan jamur yang tumbuh karena tingginya tingkat kondensasi di dalam peti mati yang retak.
 
Meskipun lembap, tak sedikitpun dari tubuhnya yang hancur selama empat tahun dikubur. Keterkejutan itu langsung dirasakan oleh masyarakat yang telah berkumpul untuk menggali kuburannya.
 
“Saya melihat kaki yang utuh, setelahnya saya saya melihat lagi lebih hati-hati untuk memastikan, dan semuanya dalam keadaan utuh” ujarnya.

Komentar