Minggu, 23 Juni 2024 | 05:50
NEWS

Erick Tohir Kelola PSSI Saja Tidak Mampu Apalagi Kelola Negara?

Erick Tohir Kelola PSSI Saja Tidak Mampu Apalagi Kelola Negara?
Erick Tohir dan sepakbola (Dok Askara)

ASKARA - Pemerhati Sosial Politik, Uchok Sky Khadafi mengatakan, sangat dilema bagi Erick Thohir ketika tim bola Israel bertanding di Indonesia.

"Diizinkan tim sepak bola Israel main di Indonesia, akan banyak diprotes dari masyarakat, atau tokoh-tokoh ormas Islam," ucap Aktivis 98 itu kepada wartawan, Sabtu (01/04).

Pun sebaliknya, kata dia, bila tim Israel ditolak bermain di Indonesia, maka Erick Thohir akan dianggap tidak mampu mengurusi PSSI.

"Organisasi PSSI saja tidak mampu dikelola dengan baik dan profesional. Apalagi Erick Thohir disuruh mengelola organisasi sebesar Negara, bisa-bisa hancur atau berantakan negara Indonesia ini," sindirnya.

Menurutnya, dilema Erick Thohir ini seperti berhadapan dengan jebakan ranjau Babi.

"Menolak atau menerima tim sepak bola Israel bermain di Indonesia, sama saja tetap jebakan ranjau babi yang dipasang yang akan meledakkan ke muka Erick Thohir sendiri," ujarnya.

Dan sebelum ranjau babi meledak, ungkap dia, Erick Thohir masih berusaha berjuang maksimal untuk menjinakkan ranjau babi, dengan cara membawa dua pesan agar bisa menyakinkan Presiden FIFA Gianni Infantino agar Indonesia tetap Tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Menurut kabar yang beredar, kata dia lagi, konon dua pesan yang dibawa Erick Thohir kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, adalah Pertama, Tim bola Israel boleh bermain di Indonesia, tetapi tidak boleh menyanyi lagu kebangsaan Isreal. Dan kedua, tim bola Israel tidak boleh memasang spanduk dan bendera negara Israel.

"Namun kedua pesan diatas tetap tidak diindahkan oleh FIFA karena dianggap tidak punya argumen yang kuat, dan rasional. Dan Presiden FIFA Gianni Infantino konsisten mengeluarkan keputusan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," tandasnya.

Dengan muncul keputusan FIFA, kata dia, berarti ranjau babi sudah meledak dengan sendirinya. Ini artinya, Indonesia atau Erick Thohir sebagai ketua PSSI bakal kena sanksi FIFA, Karena dianggap telah melakukan pelanggaran atas Statuta FIFA.

"Dan paling 'ngeri' adalah dampak dari sanksi FIFA tidak hanya akan menampar PSSI saja. Tapi juga akan menyebar ke seluruh pemain sepakbola, seluruh insan olahraga sepakbola, dan Presiden Jokowi, pasti akan kena batunya juga. Misalnya saja, Presiden Jokowi kurang dipercaya oleh masyarakat internasional, atau akan dikucilkan dalam pergaulan dunia internasional. Hal ini bisa saja merusak kerjasama ekonomi atau politik yang sudah dibangun," tuturnya.

Kemudian dari itu, kalau dikaji lebih mendalam, kata dia, faktor kendala utama Indonesia tidak jadi sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 bukan penolakan dari ormas Islam atas kedatangan Tim bola Isreal ke Indonesia.

"Penolakan utama dan sangat memengaruhi FIFA datang dari dua Gubernur PDI P yaitu Ganjar Pranowo dan Wayan Koster. Akibat dari pernyataan dua Gubernur PDIP ini, membuat FIFA harus mengeluarkan keputusan menggagalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Padahal membaca kepentingan politik PDIP ketika melakukan penolakan tim sepak bola Israel hanya berkaitan dengan Pemilu. Di mana PDIP berharap dapat dukungan dari umat Islam, sekaligus bisa mendulang suara dari orang-orang Islam," ujarnya.

Tetapi, kata dia, harapan PDIP untuk memperoleh dukungan atau mendulang suara dari umat Islam hanya sebuah mimpi indah, dan hanya mempermalukan Presiden Jokowi di dunia internasional.

"Tidak mungkin dong orang-orang Islam seperti Rohis PKS, FPI atau wahabi akan memilih PDI P sebagai partai pilihan mereka. Dan yang tidak masuk logika lagi adalah alasan yang dibangun oleh PDIP di ruang publik bahwa menolak tim Israel hanya karena rasa kemanusian. Padahal, ketika tragedi maut Kanjuruhan memakan korban 130 orang meninggal dunia, kenapa PDIP hanya diam saja? Mana suara PDIP, mana empati PDIP, dan mana rasa kemanusian PDIP?" pungkasnya.

Komentar