Minggu, 25 September 2022 | 21:03
NEWS

Beredar Surat Orang Tua Bharada E Minta Perlindungan ke Jokowi

Beredar Surat Orang Tua Bharada E Minta Perlindungan ke Jokowi
Bharada E (Dok Jawapos)

ASKARA - Surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diduga dari orang tua Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu beredar luas. 

Surat tersebut berisi permintaan perlindungan hukum untuk Bharada E.

Surat itu ditulis di secarik kertas menggunakan pulpen. Dalam surat itu tertulis penulis surat adalah orang tua dari Bharada E dan ditulis pada, 9 Agustus 2022.  

Berikut isi surat tersebut:

Kepada Yth:

Bapak Presiden Republik Indonesia.

Bapak Kapolri.

Bapak Menko Polhukam.

Salam sejahtera.

Pertama-tama kami selaku ayah dan ibu dari Bharada E turut berbela sungkawa kepada keluarga almarhum Brigadir J.

Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan Bapak Menko Polhukam yang kami hormati, kami mengirimkan surat terbuka ini karena kami merasa putus asa dalam menghadapi proses hukum yang saat ini sedang dihadapi anak kami. Rasa kwatir dan takut selalu ada di hati kami.

Saat ini kami memohon perlindungan hukum dan HAM untuk anak kami Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E juga untuk kami sebagai orang tua, keluarga dan tunangannya.

Dan kami juga meminta keadilan dan perlindungan dari Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan Bapak Menko Polhukam. Sekiranya surat terbuka ini bisa sampai kepada Bapak-bapak yang kami hormati. Kami mohon Bapak-bapak bisa bertindak secara bijaksana untuk memenuhi permohonan kami.

Kami juga percaya bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlindungan. Dan kami keluarga tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

Demikianlah surat terbuka ini kami buat dari hati kami yang paling dalam untum disampaikan kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Menko Polhukam.

Sebelumnya, kuasa hukum Bharada E mengaku mendapat ancaman dan meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Diketahui, Bharada E yang kini berstatus tersangka mendapat pendampingan hukum dari Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin 

"Kita perlindungan ke Pak Jokowi kalau ada apa-apa," ungkap Deolipa, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/8). 

Dikatakan Deolipa, ancaman datang setelah dia mengungkap fakta yang disampaikan Bharada E. 

Dia juga diancam saat hendak menyambangi Bareskrim Polri. 

"Perkara besar sama saja ada yang ancam. Orang kan ada yang suka, ada yang nggak suka. Ada kenal, ada nggak kenal. Ada cinta, ada benci. Kalau kami kan tetap mencintai semuanya," kata Deolipa.

Dia sudah mengetahui sosok pengancam, namun tak mau membeberkan pelakunya. Deolipa juga tidak membeberkan bentuk ancaman.
 
"Tidak (parah), biasa saja (ancamannya). Biasa kok, santai-santai. Biasa kita ngehadapin yang begitu-begitu," ujar Deolipa. 

 

 

 

Komentar