Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:41
NEWS

Anies Baswedan Ubah Istilah Rumah Sakit, Bagaimana Peran Puskesmas?

Anies Baswedan Ubah Istilah Rumah Sakit, Bagaimana Peran Puskesmas?
Puskesmas Kebon Jeruk (Dok Istimewa)

ASKARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan memastikan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tak akan hilang usai perubahan istilah Rumah Sakit Umum Daerah menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktaviani mengatakan, Puskesmas sejak awal memang memiliki peran preventif dan promotif. 

Sementara, selama ini rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang hanya didatangi ketika orang sakit.

"Kalau Puskesmas kan sudah Pusat Kesehatan Masyarakat, upaya orang untuk sehat. Rumah sakit ini kan image-nya sakit, sakit untuk sembuh, tetapi kan melalui jalur sakit dulu untuk sembuh. Ini untuk mengingatkan sama sama bahwa Rumah Sehat untuk Jakarta itu hadir untuk menunjukkan bahwa upaya preventif dan promotif itu bisa dilakukan oleh semua fasilitas kesehatan," ujar Dwi, saat dihubungi wartawan, Jumat (5/8).

Dikatakan Dwi, Puskesmas memiliki peran untuk melakukan pencegahan premier, sekunder dan tersier. Misalnya, dengan program imunisasi kepada balita.

Dwi mengatakan bahwa seluruh fasilitas kesehatan harus memiliki peran promotif dan preventif. Artinya pencegahan itu lebih baik daripada mengobati.

Namun demikian, Rumah Sehat untuk Jakarta juga tetap memiliki peran mengobati pasien yang mengidap penyakit. 

Dwi juga mengatakan bahwa nantinya penyebutan fasilitas itu tetap membawa nama rumah sakit.

"Jadi penyebutan lengkapnya, contohnya: Rumah Sehat Untuk Jakarta RSUD Tarakan. Tapi kita ingin ke depannya itu Rumah Sehat Untuk Jakarta itu tetap ada terus," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah istilah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta bagi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jakarta.

Dikatakan Anies, penggantian istilah itu lantaran selama ini rumah sakit memiliki orientasi pada kuratif dan rehabilitatif.

"Selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif, sehingga datang karena sakit, lalu datanglah ke rumah sakit untuk sembuh. Untuk sembuh itu harus sakit dulu, sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit," ungkap Anies, di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8).

Menurut Anies, istilah rumah sakit menjadi rumah sehat dilakukan agar peran fasilitas kesehatan itu ditambah dengan aspek promotif dan preventif.

Dengan hal ini, Anies berharap agar masyarakat datang ke RS bukan sekadar untuk berobat, tapi juga untuk lebih sehat. 

Komentar