Minggu, 14 Agustus 2022 | 03:48
NEWS

Dengan Eco-Enzyme Penyakit Mulut dan Kuku Dapat Disembuhkan

Dengan Eco-Enzyme Penyakit Mulut dan Kuku Dapat Disembuhkan
Ilustrasi hewan ternak (Dok Pixabay)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 233.370 hewan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia yang tersebar di 22 provinsi dan telah mencapai 233.370 kasus aktif.

Sebagai bentuk upaya penanganan darurat wabah PMK, pemerintah terus meningkatkan percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk hewan ternak guna meningkatkan kekebalan dan mencegah terjadinya kematian. Adapun jumlah hewan ternak yang telah divaksin telah mencapai 169.782 ekor.

"Penyakit Mulut dan Kuku Sapi dapat disembuhkan dengan menggunakan Eco-Enzyme," ujar Humas Eco-Enzyme Jabodebeks, Debora Rahmeinda beberapa saat lalu, Sabtu (2/7).

Dijelaskannya, Eco-Enzyme adalah larutan sejuta manfaat, berasal dari limbah sayur dan buah yang di fermentasikan dengan gula merah dan air selama 3 bulan.

"Sejumlah peternak di Jawa telah berhasil menyembuhkan hewannya yang terkena PMK," ujar Debora.

Ditegaskannya, Eco-Enzyme Nusantara siap membagikan ilmu ini secara gratis, tanpa imbalan apapun demi merawat bumi. Bagi yang berminat belajar membuat Eco-Enzyme dapat mengubungi humas Eco-Enzyme di nomor 0812 1277 6850 atau di IG @eenjabodebeks.

"Malam ini, Wakil Ketua I Eco-Enzyme Nusantara, Pak Joko dan team akan berangkat ke Thailand. Bertemu dengan penemu Eco-Enzyme Dr. Rosukon Poompanvong," ujar Debora. 

Atas dedikasi Dr. Rosukon, lanjut Debora, kita dapat menikmati berbagai manfaat Eco-Enzyme  mulai dari pengolahan sampah organik, udara bersih, penjernihan air waduk, penyuburan tanah, bahkan kesehatan kulit, P3K, penyembuhan penyakit PMK sapi,  pengurai bahan kimia dan lain sebagainya.

Selama ini Eco-Enzyme Nusantara sebagai penerus ilmu dari Dr. Rosukon, membagi ilmunya dengan gratis ke berbagai pihak, seperti perkumpulan gereja, masjid, wihara, pure, sekolah, perkumpulan arisan, PKK, kelompok pertanian, peternakan dan lainnya melalui sosialisasi dan edukasi.

"Bahkan sekarang Eco-Enzyme Nusantara juga Bekerja sama dgn DLH sebagai salah satu solusi penanganan sampah organik . Saat ini Eco-Enzyme sudah hadir di 27 propinsi di Indonesia," jelas Debora.

Ditambahkannya, Dr. Rosukon membagi ilmu demi cintanya kepada kelestarian alam, dan tidak mempatenkan hak ciptanya, tetapi membagikannya dengan murah hati ke seluruh dunia. 

"Semua pecinta alam sejati pasti akan jatuh cinta kepada Eco-Enzyme. Salam Lestari. Bersama kita bisa!" pungkas Debora Rahmeinda.

Komentar