Minggu, 14 Agustus 2022 | 05:23
TRAVELLING

Mimpi Keliling Indonesia, dari Sabang hingga Merauke Akhirnya Terwujud

Mimpi Keliling Indonesia, dari Sabang hingga Merauke Akhirnya Terwujud
Titik Nol Kilometer Sabang Merauke (Dok Yanni)

ASKARA - Mimpi yang terjaga, suatu saat akan tiba juga. Waktu yang berjalan tidak perlu dipikirkan dan tidak perlu ditunggu, berjalanlah saja melakukan apapun, mimpi itu akan mewujud disaat yang tepat.

Seperti yang terjadi pada Yanni Krishnayanni seorang perempuan biasa, yang membagikan pengalamannya bahwa bermimpi keliling Indonesia sejak usia 15 tahun, dan baru terealisasi pada usia 51 tahun. 

Keinginannya sederhana, karena merasa sebagai anak Indonesia, Yanni ingin menjelajahi negerinya sendiri sebelum pergi jauh keluar negeri, saat di usianya yang belia, Yanni belum mengerti bahwa biaya yang dibutuhkan cukup besar dan tidak mudah menempuhnya. Apalagi dengan mengendarai sepeda motor solo touring yang menjadi hobinya sejak tahun 2006.

Karena membawa kendaraan, maka kapal laut menjadi pilihan satu-satunya. Nyatanya transportasi laut ini minim informasi dan menjadi kendala utama menuju kepulauan-kepulauan yang begitu banyak di Indonesia. Banyak waktu yang harus diluangkan dan biaya yang dicadangkan karena jadwal kapal terkadang hanya ada 1 minggu sekali.

Terlepas dari semua itu, Yanni mengucap syukur tak henti-henti akhirnya bisa berkeliling Indonesia menapaki 34 provinsi, mimpi itu akhirnya menjadi nyata. 

Rencana ini sudah dibicarakan sejak tahun 2019, yang sedianya akan dilakukan  pada 21 April 2020, bertepatan dengan Hari Kartini, di mana hari itu, mengingatkan pada para perempuan untuk mampu berjuang mencerdaskan diri dan sesamanya. 

Kenyataan berkata lain, pada awal Maret 2020 terjadi bencana pada dunia, Virus Corona melanda dan membuat rencana itu harus ditunda. 

Ujian datang untuk menahan diri, mengekang emosi, menambah kesabaran dan kesadaran, bahwa meski manusia memiliki rencana yang disusun begitu matang, meski uang sudah disediakan, meski dukungan sudah dimaksimalkan, semua itu tidak akan bisa melawan sang alam, manut adalah keharusan bila ingin hidup selamat.

Setelah lewat satu tahun, penyusunan rencana ulang dilakukan, berharap pada ulang tahun Indonesia ke-76 pada 17 Agustus 2021 bisa dilaksanakan, lagi-lagi ujian diturunkan, kondisi virus melonjak tajam seiring berkumpulnya keluarga pada Lebaran, sabar harus kembali ditingkatkan, sambil mematangkan dan menata niatan.

Akhirnya, alam memberikan jawaban untuk memulai perjalanan keliling Indonesia ini bersama 3 teman laki-laki anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dengan nama kegiatan "Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI", pada 28 Oktober 2021 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. 

Start dari Jakarta, menyusuri Sumatra, singgah di Pulau Bangka, kembali ke Palembang melanjutkan hingga titik nol Sabang yang berada di Pulau Weh. 

Setelahnya menyeberang ke Batam via Sungai Pakning, lalu ke Tanjung Pinang dan bergeser ke Pulau Kalimantan masuk lewat Sintete. Di sinilah uniknya Indonesia, kita punya Tugu Khatulistiwa yang berada di Pontianak. Dari ujung Kalimantan Utara-Tarakan menyeberangi lautan menuju Tolitoli-Sulawesi Tengah, menyisir jalan hingga Manado, Bitung dan berpindah ke Ternate-Maluku Utara. 

Dari Ternate kembali ke Bitung dan kembali menyusuri pulau Sulawesi bagian bawah hingga Kendari, Buton-Baubau pun menjadi persinggahan mengistirahatkan diri. 

Perjalanan dilanjutkan ke Nusa Tenggara Timur hingga pulau batas luar bagian Selatan yaitu Pulau Ndana, lalu Nusa Tenggara Barat dan kembali ke pulau Jawa hingga Jakarta melalui Pulau Bali. 

Tiba di Jakarta sore hari pada tanggal 29 Maret 2022, beberapa hari sebelum puasa tiba, dengan pencapaian 17.647 kilometer, 12 pulau, 31 provinsi dan 4 gunung.

Target kegiatan adalah 15 pulau, 17.000 kilometer, 34 provinsi dan 7 gunung tertinggi Indonesia. Utang janji itu harus ditepati, masih kurang 3 provinsi dan 3 gunung. Maka pada 15 April 2022, Yanni berusaha menambahkan satu provinsi yaitu Maluku sebagai provinsi ke-32 dan melakukan pendakian gunung Binaiya bersama Onaria Fransisca sebagai gunung ke-5 di Pulau Seram dan kembali ke Jakarta lebih dulu pada 26 April 2022.

Utang itu belum lunas, tanggal 24 Mei 2022 Yanni kembali berangkat sendiri menuju Papua, Merauke menjadi tujuan pertama untuk berkunjung ke Titik Nol sekaligus mengunjungi PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Sota yang berbatasan dengan Papua Nugini di bagian bawah, setelahnya menuju Jayapura ke PLBN Skouw batas negara Indonesia dengan Papua Nugini di bagian atas Papua. 

Provinsi ke-34 adalah Papua Barat dengan mengunjungi Sorong, bonus untuk diri adalah keindahan alam Raja Ampat. Indonesia itu sungguh indah luar biasa juga sangat kaya, baik alamnya, adat budaya, hingga bahasa.

Tuntas sudah satu janji menjelajahi Sabang hingga Merauke. Yanni kembali ke Pulau Jawa menggunakan Kapal Dobonsolo pada 9 Juni 2022. 

Sambil menerawang jauh, Yanni mengatakan bahwa Janji itu belum benar-benar lunas, masih ada 2 gunung yang harus dikunjungi yaitu Semeru dan Cartenz. 

Yanni berharap 2 gunung itu bisa diselesaikannya pada tahun 2022 ini, dan berharap Indonesia yang indah ini damai dan tenteram, semoga Tuhan, alam semesta dan para leluhur membantu, ucapnya sambil mengakhiri ceritanya.

Salam satu aspal untuk para bikers se-Nusantara, mereka semua luar biasa solid, lewat para bikers, kita jaga kerukunan dan kebersamaan karena kita semua bersaudara. Satu jiwa untuk Indonesia.

Komentar