Senin, 17 Januari 2022 | 14:06
NEWS

Beredar Video Bentrokan Polisi dan TNI di Papua, Dipicu Pembelian Rokok

Beredar Video Bentrokan Polisi dan TNI di Papua, Dipicu Pembelian Rokok
Bentrokan TNI dan Polri di Papua (tangkapan layar)

ASKARA - Sebuah video yang merekam bentrokan antara oknum Polri dan TNI di Papua viral di media sosial.

Menurut informasi, bentrokan personel kedua oknum institusi itu lantaran dipicu pembelian rokok. 

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infokomando.official itu, terlihat sejumlah orang berlarian, dimana disebutkan merupakan momen bentrokan antar dua instansi ini.

"Beredar video anggota Satgas Amole Brimobda Aceh dengan mengeluarkan tembakan berteriak-teriak mencari anggota TNI di Barak O Mile 72 Ditrik Tenbagapura, Mimika, Papua, Sabut (27/11). Keributan itu dipicu salahpaham persoalan jual beli rokok antara anggota TNI dengan Brimobda Aceh," tulis akun @infokomando.official dikutip Senin (29/11). 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan kejadian dalam video tersebut. 

Menurut Kamal, hal tersebut dipicu saat anggota TNI yang komplain mengenai harga rokok yang dijual anggota polisi.

"Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan 23. Selanjutnya dan pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam Personel Amole Kompi 3 Penugasan," jelas Kamal.

Dikataka Kamal, peristiwa tersebut hanya sebuah kesalahahpahaman saja antar kedua belah pihak. Pimpinan kedua belah pihak langsung melakukan pertemuan dan sudah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan damai.

"Pimpinan masing-masing setelah menerima laporan, langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Saat ini permasahalan tersebut telah diselesaikan secara damai," ujar Kamal.

Meski begitu, Kamal menyebut baik TNI maupun Polri tetap melakukan sanksi disiplin terhadap oknum anggota mereka yang terlibat perkelahian.

"Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan," pungkas Kamal.

Komentar