Senin, 18 Oktober 2021 | 04:42
TRAVELLING

Bermain Stand Up Paddle, Menikmati Indahnya Pulau Papatheo

Bermain Stand Up Paddle, Menikmati Indahnya Pulau Papatheo
Stand Up Paddle di Pulau Papatheo (Dok Yanni)

ASKARA - Olahraga Stand Up Paddle semakin banyak diminati. Bahkan ke depan, olahraga ini menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di ajang Kasal Cup.

Terkait hal itu, Maliko Stand Up Paddle Indonesia kembali menggelar trip ke Pulau Papatheo, yang diikuti 57 peserta dan 15 kru serta beberapa orang asing. 

Pulau Papatheo merupakan salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Bila melihat peta, nama yang terlihat adalah Pulau Tondan Timur, tapi lebih dikenal dengan nama Pulau Papatheo.

Untuk mencapainya, pengunjung dapat melalui Dermaga Marina di Taman Impian Jaya Ancol. Di sini sudah tersedia banyak speedboats dengan tujuan beberapa pulau. Tapi pulau ini tidak ada kampung, jadi harus menyewa khusus agar biaya tidak berat, untuk itu dibutuhkan peserta yang cukup.

Di sisi lain, seluruh peserta trip diwajibkan test swab antigen dan membeli tiket masuk secara online. Peserta wajib hadir tepat waktu di dermaga pukul 06.00 WIB, speedboat berangkat pukul 06.30 WIB. 

Saat pengecekan, ada 1 peserta yang belum hadir, setelah dihubungi ternyata masih 15 menit lagi baru bisa sampai di dermaga. Karena terlambat terpaksa harus ditinggal, dan konsekuensi ini harus dapat diterima.

Waktu yang dibutuhkan menuju Pulau Papatheo 1 jam 30 menit. Pulau yang tenang, air yang sangat jernih, dan ada beberapa pulau berada didekatnya. 

Di Pulau, para peserta diminta segara memompa board masing-masing dan langsung dibawa ke air. Selanjutnya, dibriefing tentang rute yang akan dilalui, mulai dari Pulau Papatheo hingga melewati Pulau Pelangi dan Pulau Tondan Barat.

Kemudian, dilanjutkan hingga ke kapal phinisi di dekat Pulau Sepa Barat lalu kembali ke lokasi awal untuk makan siang, jarak mendayung sekitar 5 kilometer. Dalam perjalanan ini peserta harus memperhatikan dan mengikuti para leader dan sudah harus kembali ke Papatheo pukul 12.00 WIB untuk makan siang,,

Usai makan siang ada waktu untuk melakukan kegiatan bebas, seperti snorkling, atau mau nge-SUP lagi dipersilakan. Batas waktu diberikan hingga pukul 14.00 agar cukup waktu untuk membersihkan diri, membereskan peralatan SUP. Pasalnya, speedboat akan kembali ke dermaga Marina pukul 15.30 WIB. 

Tepat pukul 09.10 WIB, semua peserta dan kru turun ke pinggir pantai dan mulai menaiki board masing-masing. 

Air tenang dan jernih di pulau tersebut hingga terlihat karang-karang dengan bermacam bentuk serta bulu babi. Juga ikan-ikan kecil di tempat yang dangkal. Di sini harus berhati-hati bila ingin turun snorkling, gunakan sepatu karena ada bulu babi, binatang laut yang memiliki duri tajam. Jika mengenai telapak kaki atau bagian tubuh lain, rasanya panas dan sakit seperti disengat lebah.

Dalam kegiatan ini para peserta ada yang sudah berpengalaman, namun ada juga yang baru belajar. Kecepatan peserta tergantung dari keahlian dan kekuatan tangan. Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Pelangi, lalu melewati Pulau Tondan Barat hingga kapal phinisi yang kebetulan parkir dekat Pulau Sepa Barat.

Semua peserta boleh mendekati kapal phinisi yang melepas jangkar di perairan Pulau Sepa Barat. Keindahan dan keanggunan phinisi membuat pimpinan perjalanan mempersilahkan peserta jika ingin naik dan melihat-lihat. 

 

Komentar