Senin, 18 Oktober 2021 | 05:22
SELEBRITAS

Tukul Arwana Sudah Mulai Pulih Tapi Masih dalam Fase Akut, Begini Penjelasan Dokter

Tukul Arwana Sudah Mulai Pulih Tapi Masih dalam Fase Akut, Begini Penjelasan Dokter
Tukul Arwana (Dok Instagram)

ASKARA - Komedian Tukul Arwana kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Cawang, Jakarta Timur usai menjalani operasi lantaran pendarahan otak. 

Disebutkan, pria dengan nama lengkap Tukul Riyanto itu mengalami kelemahan di sebelah sisi tubuhnya.

"Untuk kondisi sudah disampaikan bahwa gangguan yang muncul yaitu kelemahan satu sisi badannya," kata Dokter Sardiana Salam, yang menangani Tukul, dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/9).

Dikatakan Sardiana, Tukul akan menghadapi proses yang tak sebentar untuk pemulihan. Komedian kondang itu disebut bakal menjalani beberapa tahapan untuk melatih kekuatan saraf tubuhnya.

"Kita ada tim neuro restorasi yang kedepannya akan memberikan pelatihan dari sisi fisioterapi, terapi saraf, sampai dalam 3 bulan itu akan kita berikan pelatihan," ujar Sardiana.

Untuk saat ini, Tukul masih berada di fase akut setelah melakukan operasi pada 22 September lalu. Menurut Sardiana, pemulihan fase akut sendiri kurang lebih membutuhkan pemulihan sekitar 3 minggu.

Sementara menurut Dokter Arief Rahman, untuk kasus pecahnya pembuluh darah, dibutuhkan waktu hingga 12 minggu untuk pemulihan. Tetapi kemungkinan itu tergantung dari kondisi setiap pasien.

"Untuk penyerapan sempurna dari pecah pembuluh darah seperti itu dibutuhkan waktu sekitar 8 sampai 12 minggu, secara literatur. Tapi dalam fase itu tergantung masing-masing respons pasien," terangnya.

Kini, komedian yang terkenal lewat jargon 'kembali ke laptop' ini disebut berangsur membaik dan mulai bisa merespons. 

Sang Manajer, Kimon sangat berharap bantuan tim medis serta doa masyarakat agar Tukul bisa cepat sembuh.

"Saya mohon bantuan dan doanya dari rekan-rekan agar beliau segera sembuh kembali beraktivitas dan menghibur keluarga Indonesia," harap Kimon.

Komentar