Jumat, 30 Juli 2021 | 18:20
NEWS

Kasus Corona Tinggi, Oksigen di Papua Mulai Langka, Polisi Jaga Kantor Distributor

Kasus Corona Tinggi, Oksigen di Papua Mulai Langka, Polisi Jaga Kantor Distributor

ASKARA - Polda Papua akan menempatkan anggota kepolisian di sejumlah perusahaan distribusi tabung oksigen selama masa pandemi Covid-19 untuk mengantisipasi kasus-kasus pidana.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius D Fakhiri menerangkan, ada dua distributor yang akan dikawal oleh kepolisian, yakni PT Indo Gas Papua dan CV Huyele yang selama ini mendistribusikan tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit di Papua.

"Kami juga akan memploting anggota di PT Indo Gas Papua untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan demi keuntungan pribadi, menghindari adanya kasus pemalangan serta untuk memudahkan dalam hal koordinasi," kata Mathius dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Kapolda Papua Mathius juga menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan agar proses distribusi tabung oksigen di Kota Jayapura menjadi lancar dan tidak ada lagi krisis oksigen.

Dia mencontohkan, sempat terjadi kasus pemalangan kantor distributor tabung oksigen sehingga membuat kelangkaan dan krisis tabung selama beberapa waktu.
Misalnya, RSUD Dok 2 Jayapura dan RS Provita, satu harinya hanya mendapat jatah 20 tabung oksigen.

Padahal, kata dia, seharusnya rumah sakit tersebut mendapat jatah 100 tabung oksigen per harinya dalam kondisi normal.

"Kami telah menyiapkan mobil angkutan khusus untuk mengangkut tabung oksigen yang sudah kosong untuk di refil. Jadi nanti silakan langsung koordinasikan dengan Kabid Dokkes untuk hal tersebut," jelasnya.

"Kita harus mengantisipasi betul jangan sampai di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura mengalami kehabisan tabung oksigen/krisis tabung oksigen," tambah dia.

Saat mengecek ketersediaan tabung oksigen di beberapa tempat, Kapolda mendapati bahwa setidaknya ada 1000 tabung gas kosong yang siap diisi.

Namun, selama ini proses tersebut terkendala dengan lambatnya pengisian. Sehingga, sementara pihaknya perlu meminta pengiriman tabung gas tambahan dari Jakarta untuk mengantisipasi krisis oksigen di Papua.

"Nantinya saya dengan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua akan kembali ke CV Huyele dan PT Indo Gas Papua untuk mengecek segi kualitas dan kuantitas pengisian tabung oksigen," jelasnya.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Papua berencana menutup akses keluar-masuk alias lockdown ke wilayah tersebut mulai 1 Agustus nanti. Hal itu dilakukan untuk mencapai target vaksinasi dan mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity) di tengah peningkatan kasus Covid-19 di wilayah tersebut. 

Komentar