Sabtu, 27 November 2021 | 12:56
NEWS

Jangan Mudik, Kasus Covid-19 di Dunia Sedang Genting

Jangan Mudik, Kasus Covid-19 di Dunia Sedang Genting
Mudik dengan sepeda motor (Desi Suryanto-JIBI-Harian Jogja)

ASKARA - Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, mengaku setuju dengan larangan mudik Lebaran 2021 yang ditetapkan Pemerintah pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang. 

Azis mengatakan, larangan mudik itu diharapkan dapat menjadi salah satu cara guna memutus rantai dan menyelamatkan masyarakat Indonesia dari Covid-19.

"Mari ikuti anjuran pemerintah untuk kebaikan kita bersama, tentunya keputusan larangan mudik telah melalui kajian dan pertimbangan yang matang dari Bapak Presiden Jokowi," ujar Azis, Minggu (18/4).

Azis mengatakan, masyarakat harus menerima keputusan dan mentaati keputusan tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengalaman dari data libur Idul Fitri pada tahun 2020 ada kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 33 persen kasus dan kematian yang meningkat menjadi 66 persen.

Dengan demikian, kata Azis, pemerintah perlu menjaga penurunan kasus pandemi Covid-19 agar tidak kembali meningkat.

"Mari bersama seluruh lapisan masyarakat berikhtiar memutus mata rantai penularan Covid-19, sehingga dapat mewujudkan Indonesia sehat, ekonomi bangkit dan masyarakat sejahtera," katanya.

Politikus Golkar ini menilai, pernyataan Presiden Jokowi ihwal larangan mudik merupakan tindak lanjut atas peringatan WHO yang menyatakan bahwa dunia saat ini sedang dalam situasi genting Covid-19.

Hal itu dikuatkan dengan adanya sidang komite darurat WHO pada Kamis (15/4) yang diinformasikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menegaskan bahwa kasus Covid-19 mendekati level tertinggi pada tahun 2021.

"Beberapa negara telah mengalami kenaikan signifikan seperti di Brazil, India dan Papua Nugini. Sementara pemerintah Indonesia perlahan berhasil menurunkan angka penyebaran dan terus angka peningkatan kesembuhan. Jangan sampai kerja keras pemerintah untuk mengakhiri pandemi justru kita abaikan," pungkasnya.

Komentar