Selasa, 30 November 2021 | 14:02
NEWS

Makna Mendalam di Balik Lagu Beta Mati Rasa Karya Koptu Sarman Walla

Makna Mendalam di Balik Lagu Beta Mati Rasa Karya Koptu Sarman Walla
Praka Sarman Walla (tengah) dalam Youtube Edward Sitorus.

ASKARA - Seng ada rasa cinta seng ada rasa sayang beta pung hati ini par nona lama katong jalani saling berbagi rasa, tapi samua jadi parcuma nona ee maafkan jua sio nona. 

Itulah sepenggal lirik lagu berjudul Beta Mati Rasa ciptaan anggota Paspampres Kopral Satu Sarman Walla. Lagu yang dipopulerkan Pasha Ungu itu memiliki makna mendalam tentang percintaan.

Lagu bergenre pop yang menggunakan bahasa Ambon itu dirilis pada 2014 dan menjadi singel milik Pasha Ungu. Di balik lagu itu terdapat kisah sepasang kekasih yang gagal melupakan cinta pertamanya.

"Jadi, lagu Beta Mati Rasa ibaratnya sepasang kekasih pacaran. Di mana pacar pertamanya itu tidak bisa melupakan cinta pertamanya dia," kata Koptu Sarman Walla dalam bincang-bincang di YouTube Edward Sitorus Papua Channel, Sabtu (27/3).

Ternyata selama menjalani kisah cinta, sang pria masih menaruh rasa dan mengingat kekasih pertamanya. Seakan tak bisa hilang dari ingatan. Kini hatinya bergejolak terbayang perempuan yang telah menjadi mantan kekasihnya. 

"Dan dia coba pelarian ke pacar yang kedua tapi dia tidak bisa move on lalu dia selalu ingat cinta yang pertama," kata Koptu Sarman Walla.

Disinggung lagu tersebut apakah menceritakan tentang pengalaman pribadinya, Koptu Sarman Walla enggan menjawab lebih jauh. Hanya mengisyaratkan bahwa Tuhan yang mengetahui.

"Kalau dibilang pengalaman pribadi hanya Tuhan dan pencipta lagunya yang tahu," kata anggota Eskadron Kavaleri Panser (Dronkavser) Paspampres tersebut.

Singel lainnya karya Praka Sarman Walla yang juga populer adalah berjudul Selvi.

Komentar