Rabu, 25 November 2020 | 14:13
NEWS

Warga Solo Demo Tolak Habib Rizieq, Begini Sikap Tegas Polisi

Warga Solo Demo Tolak Habib Rizieq, Begini Sikap Tegas Polisi
Demo warga solo tolak Habib Rizieq (Dok Timlo.net)

ASKARA - Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Warga Kota Solo menggelar demonstrasi menolak Habib Rizieq Shihab, di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Sabtu (21/11) kemarin. 

Koordinator Aksi Kusumo Putro mengatakan, aksi penolakan tersebut dilakukan karena tidak ingin terjadi kegaduhan di Solo akibat kegiatan yang melibatkan Habib Rizieq. 

"Selama ini kami lihat HRS menimbulkan kegaduhan. Oleh karena itu, kami juga punya hak melindungi kota kami. Kami tidak anti habib dan anti ormas. Kami hanya anti-provokasi dan anti-orang-orang yang memecah kami," katanya.

Polresta Surakarta, Jateng, terpaksa membubarkan demonstrasi yang digelar sekitar pukul 14.00 WIB tersebut karena tidak berizin dan tanpa melakukan pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

Puluhan petugas kepolisian datang sekitar 20 menit kemudian dan meminta masyarakat yang mengikuti aksi damai tersebut untuk membubarkan diri.

"Kami membubarkan kegiatan unjuk rasa ini sebab pengumpulan massa sangat rentan menyebarkan virus Covid-19," kata Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak pada penertiban aksi tolak HRS. 

Ade Safri mengatakan, penertiban tersebut tidak lepas dari realita bahwa akhir-akhir ini angka persebaran Covid-19 makin tinggi, termasuk juga di Kota Solo.

"Oleh karena itu, kami berupaya mencegah kerumunan semacam ini, sama-sama untuk menjaga sebab keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi," katanya.

Terkait hal tersebut, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil penyelenggara untuk dimintai keterangan. 

"Mereka tidak memberitahukan pada petugas tetapi pada akhirnya menimbulkan kerumunan massa, sebab kerumunan massa sangat rentan menyebarkan Covid-19," katanya. 

Terkait langkah polisi pembubaran aksi, Kusumo Putro mengatakan, menghargai kepolisian meskipun masih banyak hal ingin disampaikan kepada masyarakat.

"Namun karena dibubarkan, kami mematuhinya. Yang penting pernyataan sikap kami sudah tersampaikan ke publik," katanya. (ant/jpnn)

Komentar