Rabu, 25 November 2020 | 14:30
NEWS

Pangdam Jaya Berang dengan Habib Rizieq, Ini Kah Sebabnya?

Pangdam Jaya Berang dengan Habib Rizieq, Ini Kah Sebabnya?
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Istimewa)

ASKARA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman berang dengan maraknya baliho pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang bertebaran di DKI Jakarta. Menurut Dudung, baliho Rizieq tersebut dipasang sembarangan dan tak berizin. 

Dia pun menyatakan dengan tegas, telah memerintahkan anak buahnya mencopot dan menurunkan baliho-balilo tersebut. 

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya!" kata Dudung kepada media di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Dudung kembali menegaskan, jika perlu ormas FPI itu dibubarkan jika berani bermain-main dengan TNI. Dudung dengan keras mengimbau agar tidak ada yang bersikap tidak mematuhi aturan hukum di negara Indonesia.

"Jangan coba-coba pokoknya, kalau perlu FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI mari," ungkap Dudung.

Dudung menilai, FPI seperti bersikap seenaknya sendiri terkait pemasangan baliho. Kata Dudung, pihaknya akan membersihkan baliho-baliho yang bertulis ajakan revolusi dan sejenisnya.

"Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka-sukanya sendiri. Ingat ya saya katakan itu perintah saya dan ini akan saya bersihkan semua. Tidak ada itu baliho-baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," ujarnya.

Patut diduga, ketegasan yang dilontarkan Mayjen TNI Dudung Abdurachman terkait ucapan dari mulut Rizieq Shihab, yang telah menyinggung TNI sebagai institusi negara. Bahkan, Dudung menyebutnya sebagai ucapan kotor yang keluar dari mulut habib atau kiai. 

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab sempat melontarkan kata-kata kotor yang merendahkan TNI dalam sebuah video diunggah di akun Youtube FrontTV, saat Maulid Nabi. Dalam video tersebut, Rizieq Shihab melontarkan ucapan kotor ke TNI tepatnya di menit 4:18:18 hingga 4:21:29.

Berikut kutipan ucapan Rizieq Shihab tersebut:

"Ada prajurit TNI, takbir. Waktu saya pulang, buat rekaman menyambut saya datang, betul, bagus gak? Eh ditangkep, diborgol, dipenjara yeee. Baik, katanya, katanya, katanyaaa, melanggar disiplin militer yeee.

Katanya, katanya, katanyaaa, tidak sesuai sapta marga yeee, UNYIL. Saya kenapa di sini jadi inget unyil lagi ya, udah lama lupa bib, udah tiga tahun setengah gak ceramah, inget unyil, inget yeee.

Lanjut, perhatikan baik-baik, seorang prajurit TNI, menyambut kepulangan seorang habib, diborgol ditangkap dipenjara. Yang menarik cukong China, China lagi, cukong China digotong-gotong, dibopong-bopong saudara, sama prajurit-prajurit Brimob, digotong-gotong, ini China pakai nama Datuk Tahir yeee, jadi orang kalau dengar namanya gak tahu kalau dia China, Datuk Tahir dari Mayapada, ini cukong China digotong-gotong, dibopong-bopong rame-rame oleh para prajurit Brimob, enggak ada masalah saudara.

Lalu, kenapa ada prajurit TNI, sekedar mengucapkan selamat datang, kok harus ditahan KURANG AJAR, betul, betul.

Makanya saya mau tanya, yang begitu-begitu ada akhlak gak, prajurit TNI cinta sama habib bagus gak, eh ditahan. Saya tanya, ada akhlak gak, ada akhlak gak. Cukong China dibopong-bopong, tapi giliran prajurit TNI cinta ulama langsung main tahan, main pegang, main borgol, KURAANG AJAR. TIDAK PUNYA AKHLAK!!, betul, betul, betul".
 
Seakan merespons ceramah Habib Riziew itu, Mayjen TNI Dudung Abdurachman pun mengeluarkan pernyataan tegas di kawasan Monas, Jakarta Pusat. 

"Panglima Kodam Jaya, terima kasih hujatan HRS kepada TNI maupun Polri. Kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau sebagai habib. Habib atau kiai itu hatinya baik, ucapan baik, kalau ucapan tidak baik bukan habib, bukan kiai. Saya orang muslim, mengajarkan selalu Islam itu rahmatan lil alamin kasih sayang untuk alam semesta bukan untuk manusia saja, kemudian jangan asal bicara sembarangan. Jaga dari siksa api neraka, Allah berfirman, `Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka`. Ucapan dan tindakan harus baik, saya sebagai orang Islam prihatin, prihatin kalau ada seorang habib di peringatan maulid nabi bahasa-bahasanya bicara kotor," ungkapnya.

Sebelumnya, dua orang prajurit TNI ditindak karena dinilai melanggar disiplin militer. Keduanya merupakan prajurit TNI yang bertugas di wilayah Jakarta. Salah satunya prajurit dari Kodam Jaya yang dipimpin Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pertama, Kopda Asyari Tri Yudha yang berasal dari Markas Yonzikon 11/DW di Matraman, Jakarta Timur yang mendapat sanksi disiplin militer karena dinilai membocorkan rahasia negara saat ditugaskan mengamankan Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, Kopda Asyari membuat rekaman video singkat dalam kendaraan TNI. 

Kedua, Serka BDS yang merupakan prajurit dari TNI Angkatan Udara. Serka BDS sempat ditahan karena menjalani pemeriksaan tapi dibebaskan lagi. Dia diperiksa POM TNI AU, karena video nyanyiannya tentang Rizieq Shihab beredar di media sosial.

Komentar