Selasa, 24 November 2020 | 12:44
NEWS

Demonstrasi di Balai Kota

Parah, Sopir Ambulans di Jakarta Mengaku Tak Dapat Insentif dan Minta Tak Dipecat Anies

Parah, Sopir Ambulans di Jakarta Mengaku Tak Dapat Insentif dan Minta Tak Dipecat Anies
Anies Baswedan dan Satpol PP (Instagram @aniesbaswedan)

ASKARA - Para sopir ambulans menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta. Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memecatnya di tengah bencana non alam, Covid-19. 

Para Sopir yang tergabung dalam Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PPAGD) itu juga menggelar aksi di Kantor Dinas Kesehatan Jakarta. Rencananya aksi itu bakal berlanjut hingga Senin (26/10).

Para sopir ambulans mempermasalahkan minimnya perlindungan dari Dinas Kesehatan. Karena hampir 80 persen dari 750 pegawai Non ASN positif Covid-19. 

Selain itu, Dinas Kesehatan tidak melakukannya proses 3T atau Testing, Tracing dan Treatment secara berkala kepada para tenaga kesehatan.

Maka, mereka menuntut Anies agar menjamin kenyamanan dari adanya intimidasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh pejabat Dinkes DKI.

"Pengadaan baju APD yang tidak sesuai standar yang diduga adanya maladmistrasi dalam prosesnya," tulis KSPI dalam keterangannya, Kamis (22/10).

Dinas Kesehatan DKI juga disebut tidak memberikan hak ruang istirahat dan laktasi bagi para petugas CCA AGD Dinkes. Serta tidak mendapatkan insentif sesuai amanah yang tertuang dalam dalam Pergub DKI Nomor 23 tahun 2020.

Mereka juga mengaku belum dibayarkannya Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan hak pegawai semenjak Bulan Maret 2020.

Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (PPAGD) adalah Serikat Pekerja yang ada di Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Dinkes DKI Jakarta yang telah mendapat legalitas dari Sudinnakertrans Jakarta Utara.

 

Komentar