Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:26
TRAVELLING

Menangis Melihat Salju di Puncak Gunung Jaya Wijaya, Pemuda Ini Singgung Pemimpin yang Lupa Keseimbangan Alam

Menangis Melihat Salju di Puncak Gunung Jaya Wijaya, Pemuda Ini Singgung Pemimpin yang Lupa Keseimbangan Alam
Pemuda menangis melihat salju di puncak Gunung Jaya Wijaya (Dok Instagram @makasar_iinfo)

ASKARA - Video seorang pemuda yang membagikan momen mendaki dan mencapai puncak salah satu gunung tertinggi di Indonesia viral di media sosial. 

Akun Instagram @makasar_iinfo membagikan video seorang pemuda telah mencapai puncak tertinggi Gunung Jaya Wijaya di Papua. Video tersebut diambil dari akun TikTok @ginstory. Tak menyangka masih bisa melihat bongkahan salju terakhir di Papua, pemuda ini menangis terharu. 

Di dalam video itu, seorang pemuda tengah berada di puncak gunung. Di belakangnya, bongkahan batu dari ukuran kecil hingga besar terhampar. Tidak jauh dari tempat pemuda itu berdiri, ada hamparan salju putih bertebaran.

Sambil mengarahkan kameranya ke arah bongkahan salju, pemuda itu mengatakan, itu adalah salju terakhir yang ada di Papua. Sejenak ia kembali memandangi bongkahan putih yang menutupi bagian puncak gunung.

Pemuda itu setengah berteriak riang mengatakan masih bisa melihat salju di negeri sendiri. Diduga terharu, pemuda ini mengusap air matanya. Dengan punggung tangan ia mengusap air yang mengalir dari sudut matanya.

"Tuh, salju terakhir di Papua. Masih bisa melihat salju di negeri sendiri," ucap sambil menyeka air mata.

Sedikit terbata-bata pemuda itu menyampaikan betapa kayanya Indonesia dengan banyaknya sumber daya alam yang ada. Sayangnya, tidak sedikit penduduk dan pemimpinnya menjadi rakus dengan kekayaan alam tersebut.

"Tapi dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang rakus, yang lupa akan keseimbangan alam," ujarnya.

Dengan berkaca-kaca pemuda itu menyampaikan sebuah petuah. Seseorang baru akan merasakan kehilangan dan kekurangan saat pohon terakhir sudah ditebang, air terakhir mengalir dan ikan terakhir sudah ditangkap.

Ia menyampaikan, jika seseorang seringkali lupa bahwa selama ini manusia hidup bergantung dengan alam. Dengan alam, orang bisa menciptakan uang namun dengan uang, orang belum tentu bisa menciptakan alam.

"Bikin haru curhatan hati seorang pemuda tentang negerinya sendiri," tulis akun @makasar_iinfo dalam keterangan video. 

Komentar