Jumat, 02 Oktober 2026 | 14:24
COMMUNITY
Gemakan Hari Anti Narkotika Internasional

Ratu Jihan : Pergaulan Bebas dan Gaya Hidup Hedonis Berperan Besar Pengaruhi Peredaran Narkoba

Ratu Jihan : Pergaulan Bebas dan Gaya Hidup Hedonis Berperan Besar Pengaruhi Peredaran Narkoba
Sekjen DPP GANN, Hj.Ratu Jihan bersama Sekretaris Utama BNN, Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja

ASKARA - Peringatan HANI 2020 (Hari Anti Narkotika Internasional), 26 Juni 2020 merupakan momentum pemacu semangat dan menumbuhkan kesadaran bersama seluruh komponen bangsa ditengah terjadinya pandemi Covid-19 dan pembelajaran kehidupan normal yang baru, agar terwujudnya masyarakat yang sehat dan bersih dari bahaya kejahatan luar biasa narkoba (Extra Ordinary Crime).

Sekretaris Jenderal DPP GANN (Dewan Pimpinan Pusat Generasi Anti Narkotika Nasional), Hj.Ratu Jihan, S.E, S.H, M.H, menyampaikan pandangannya bahwa kejahatan narkoba tidak akan pernah ada habisnya, selama tidak ada sikap yang konsisten dan integritas dari seluruh komponen bangsa untuk bergotong royong memberantas peredaran narkoba.

"Perkembangan teknologi dan informasi merupakan faktor utama yang mendorong perobahan gerak peradaban masyarakat global menuju kehidupan yang lebih baik. Mirisnya justru banyak disalah gunakan dan dijadikan instrumen untuk menghancurkan masa depan generasi bangsa dengan peredaran narkoba yang semakin massive dan sistematis," ujar Jihan kepada media, Jumat (26/6).

Menyaksikan fenomena peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif sejenisnya, tuturnya, sungguh sangatlah memprihatinkan. Menurutnya, semua terjadi akibat kurangnya sosialisasi ataupun edukasi dan rendahnya literasi masyarakat terhadap bahaya kejahatan narkoba, sehingga dengan mudahnya para gembong atau bandar narkoba dapat meluaskan peredarannya.

Bahkan lebih berbahaya yaitu fenomena pergaulan bebas dan gaya hidup hedonis yang berperan besar mempengaruhi massive nya peredaran narkoba. Kejahatan narkoba bukan lagi menyasar hanya ke kalangan tertentu ditengah kehidupan masyarakat.

"Tetapi sudah merambah ke berbagai lapisan sosial masyarakat dengan segala cara ataupun pola peredaran untuk mengelabui aparatur penegak hukum dan penggiat anti narkotika di negara manapun di seluruh dunia," kata Jihan.

Hal ini, tegasnya, menjadi tanggung jawab dan kesadaran bersama dari seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) pemerintahan negara dan seluruh elemen bangsa.

Jihan juga mempertanyakan, apakah itu aparat penegak hukum, wakil rakyat di parlemen, para pendidik atau akademisi, kelompok penggiat anti narkotika, tokoh masyarakat dan pemuka agama serta tokoh pemuda dan para orang tua.

"Jika semua pihak menyadari fungsi dan peranan serta tanggung jawabnya, maka kejahatan peredaran narkoba dapat diminimalisir dan bahkan dibasmi sampai ke akarnya," pungkasnya.

Editor: Husnie