Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:03
TRAVELLING

Begini Suasana Tempat Wisata di Singapura di Tengah Wabah Corona

Begini Suasana Tempat Wisata di Singapura di Tengah Wabah Corona
Destinasi wisata Haji Lane di Kampung Glam, Singapura yang sepi (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Singapura menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di kawasan Asia. Namun, di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19) Singapura memang tampak berbeda dari biasanya. 

Beberapa spot yang biasanya ramai wisatawan mancenegara tampak sepi, kalau pun tak bisa dikatakan lengang. Seperti di Jewel Changi, Shiseido Forest Valley dan HSBC Rain Vortex.

Reporter Askara yang berkunjung ke Negeri Singa itu melihat kondisi bagaimana pengaruh Covid-19 dengan sektor pariwisata Singapura. Hotel di Bencoolen Street menjadi pilihan lantaran berada tak jauh dari lokasi wisata lainnya seperti Little India dan Orchad Library. 

Moda transportasi umum Mass Rapid Transit (MRT) dengan rute ke Stasiun Downtown, menjadi pilihan. Selama di dalam gerbong pergerakan masyarakat Singapura tampaknya tak terlalu berlebihan. Bahkan, dapat dikatakan jarang ada yang mengenakan masker. Meskipun seketika memperhatikan dengan serius jika ada penumpang yang batuk. 

Tiba di Merlion Park, di mana patung singa tegak berdiri dengan pancuran air keluar dari mulut. Di sini, tak terlihat kepadatan pengunjung seperti biasanya. Terlihat, yang berfoto dengan latar patung singa dan gedung-gedung tinggi mewah hanya dilakukan satu atau dua orang saja. 

Selanjutnya, kunjungan berlanjut Jalan Haji Lane di Kampung Glam. Tempat nongkrong asyik para turis ini juga nampak sepi dari biasanya. Bahkan jalur Haji Lane yang biasanya padat dengan para pendatang baik untuk berfoto maupun berlalu lalang ke tempat kafe favorit, kini jalur sempit ini bahkan bisa dilewati beberapa kendaraan yang mencoba menerobos masuk.  

Sejumlah kafe bahkan memilih tutup dan berhenti melayani para turis. Sehingga kafe yang terbuka bisa dihitung dengan jari termasuk jumlah turisnya. 

Kunjungan berlanjut ke Masjid Sultan, masjid legendaris yang tak jauh jaraknya dari Haji Lane. Dibangun tahun 1826, masjid tersebut menjadi salah satu ikon Singapura dan menjadi tanda sejarah para pedagang yang berasal dari masyaraat Arab, Boyan dan Bugis. Bahkan sekitar terdapat permukiman sejumlah etnis termasuk warga Indonesia.  

Tak cukup sampai di situ, perjalanan reporter Askara berlanjut ke Marina Barrage. Sepertinya, reporter Askara sedang beruntung. Pasalnya, tanggal 23 hingga 26 Maret 2020 mendatang, Marina Barrage akan ditutup untuk perawatan.

Ya, bendungan yang dibuka pada 2008 ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Singapura dan warga wisatawan untuk berkumpul. Dari bendungan ini pula wisatawan dapat melihat kota dengan gedung-gedung tinggi yang indah dan menakjubkan dari kejauhan, baik siang maupun malam hari. Suasana tak jauh berbeda terlihat di sekitarnya, yang biasanya dipadati warga dan wisatawan. 

Di Gardens by the Bay, Chinatown, Geylang, Little India juga nyaris tak berbeda. Hanya di Geylang, lokasi prostitusi masih terlihat beberapa tempat karaoke melayani para tamu. Namun, para Pekerja Seks Komersial (PSK) pun tidak sebanyak sebelumnya, hanya satu-dua yang asyik mengobrol dengan teman pria. 

Komentar