Senin, 13 Juli 2020 | 04:37
NEWS

Prosesi Salib Ajaib di Lapangan St Petrus untuk Usir Corona

Prosesi Salib Ajaib di Lapangan St Petrus untuk Usir Corona
Salib di Gereja San Marcello al Corso (Istimewa)

ASKARA - Sebuah salib yang ditempatkan di altar Gereja San Marcello al Corso dipindahkan sementara ke Lapangan Santo Petrus, Rabu malam (25/3). Menurut wartawan Vatikan, Francesco Antonio Grana, salib itu dipindahkan personel Vatikan. 

Duta Besar (Dubes) RI untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono membenarkan dipindahnya salib tersebut. Agus mengatakan, salib tersebut dipindahkan untuk pelaksanaan doa bersama yang diiringi bersama berkat khusus "Urbi et Orbi", atau berkat khusus untuk Kota Roma dan Dunia. Doa khusus ini diketahui akan berlangsung pada Jumat (27/3) pukul 24.00 WIB. 

"Bahwa salib tersebut dipindahkan ke St Petrus betul, khususnya untuk acara 'Ubi et Orbi' Jumat pukul 18.00 waktu Roma," ujar Agus kepada Askara, Jumat (27/3). 

Agus menyebut, bahwa salib tersebut dimuliakan keberadaannya oleh para umat, terlebih kental dengan keajaibannya.

"Mengenai sejarah salib tersebut memang dipercaya memiliki miracle (keajaiban)," ucap Agus. 

Agus berharap dengan doa para umat wabah virus corona (Covid-19) dapat segera musnah. "Kita berdoa bersama semoga wabah covid-19 segera lenyap," harapnya. 

Salib tersebut dihormati sebagai mukjizat oleh warga Roma dan menjadi satu-satunya benda religius yang selamat tanpa cacat dari kobaran api besar saat peristiwa pemusnahan gereja pada 23 Mei 1519.

Dalam sejarahnya, tiga tahun setelah melewati 1519, Roma mengalami serangan "wabah hitam", kemudian atas permintaan umat Katolik Roma, salib tersebut diambil dari biara Hamba Maria di Via del Corso ke Lapangan Santo Petrus untuk dilakukan prosesi selama 16 hari.

"Dari tanggal 4 Agustus hingga 20 Agustus 1522. Ketika salib dikembalikan ke San Marcello al Corso, wabah telah menghilang dari Roma," ujar Francesco Antonio Grana. 

Sejak itu, salib ajaib ini menjadi ritual tiap tahunnya untuk dibawa ke Lapangan Santo Petrus. Di punggung salib tersebut juga diukir nama-nama setiap Paus yang menyaksikan prosesi tersebut.

"Nama terakhir yang diukir adalah nama Paus St. Yohanes Paulus II, yang memeluk salib pada "Hari Pengampunan," selama Tahun Yobel 2000," tandas Grana. 

Komentar