Senin, 13 Juli 2020 | 05:17
NEWS

Guru SDK Penabur Meninggal Dunia Setelah Alami Sesak Napas

Guru SDK Penabur Meninggal Dunia Setelah Alami Sesak Napas
Ilustrasi. (Arahkita)

ASKARA - Seorang guru SDK Penabur Harapan Indah bernama Melanny Susanto meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi dan kritis sesak napas. 

Gejala tersebut mirip dengan pasien terinfeksi virus corona (Covid-19). 

Duka mendalam menyelimuti Keluarga Besar Badan Pendidikan Kristen Penabur Jakarta dan khususnya SDK Penabur Harapan Indah atas kepergian Guru Melanny pada Minggu (22/3) pukul 16.00 WIB. 

"Ibu MS sudah berpulang ke Rumah Bapa Surga. Kami sebagai Keluarga Besar BPK Penabur dan khususnya SDK Penabur Harapan Indah berduka mendalam atas kepergian beliau," bunyi keterangan resmi BPK Penabur Jakarta yang disampaikan deputi direktur pelaksana, Senin (23/3).

Pihak BPK Penabur Jakarta menyampaikan belasungkawa. Semoga keluarga tetap diberi ketabahan dan kesabaran. 

"Kami sebagai rekan rekan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghibur dari Tuhan. Pada hari ini jenazah telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon," lanjut keterangan tersebut. 

Adapun aktivitas Guru Melanny menjelang dirawat di rumah sakit hingga wafatnya ialah sebagai berikut; 

- Sabtu 7 Maret menghadiri acara pernikahan sanak saudara di Klaten, Jawa Tengah 
- Senin-Jumat 9-13 Maret mengajar seperti biasa
- Sabtu 14 Maret merasa demam dengan suhu badan 38,8 derajat Celcius
- Minggu 15 Maret pergi ke UGD salah satu rumah sakit di Jakarta dengan diagonis dokter sakit radang tenggorokan
- Senin 16 Maret tidak masuk karena masih demam
- Selasa 17 Maret berobat ke dokter diagnosis gejala tifus
- Kamis 19 Maret cek darah 
- Jumat 20 Maret ke dokter hasil tes darah menunjukkan tifus lagi dan dirujuk ke rumah sakit
- Sabtu 21 Maret saat dalam perawatan dites Covid-19, hasil tes lab baru akan keluar sekitar 3-4 hari ke depan.
- Minggu 22 Maret mengalami kritis sesak nafas dan kemudian wafat.

Sementara hasil tes Covid-19 saat ini belum ada. Namun untuk berjaga jaga kepada sesama guru maupun siswa SDK Penabur Harapan Indah yang melakukan interaksi dengan Guru Melanny sejak 1-13 Maret untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan melakukan isolasi diri selama 14 hari sejak pertemuan terakhir. 

Jika mengalami gejala batuk, sakit tenggorokan, demam dan sesak napas segera ke rumah sakit atau fasyankes sesuai protokol yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. 

Dengan kejadian tersebut, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona sesuai protokol Kemenkes maka Komplek BPK Penabur Harapan Indah akan melakukan general cleaning dan penyemprotan disinfektan. 

"Untuk keperluan tersebut dalam beberapa hari ke depan sekolah akan ditutup sementara," tandasnya. 

Komentar