Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41
MILITER

TNI-AL Bersama Satgas POA BAIS TNI Gagalkan Keberangkatan 12 WNA Vietnam

TNI-AL Bersama Satgas POA BAIS TNI Gagalkan Keberangkatan 12 WNA Vietnam
TNI-AL bersama Satgas POA BAIS TNI gagalkan jeberangkatan 12 WNA Vietnam (Dok Dispenkodaeral4)

ASKARA - TNI Angkatan Laut jajaran Koarmada RI yakni Kodaeral IV bersama Satgas POA BAIS TNI kembali menunjukkan kesigapan dalam menjaga wilayah perbatasan. Tim gabungan berhasil menggagalkan dugaan keberangkatan ilegal 12 Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam yang diduga akan menuju Malaysia melalui jalur tidak resmi, Selasa (20/10).

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pengembangan dan pendalaman informasi terhadap tiga WNA, terdiri dari dua warga negara Vietnam dan satu warga negara Myanmar. Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan bergerak melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan upaya keberangkatan WNA melalui jalur tidak resmi.

Pada Selasa (20/10), sekitar pukul 13.30 hingga 18.30 WIB, tim gabungan Kodaeral IV dan Satgas POA BAIS TNI melaksanakan operasi di kawasan Pulau Lumba, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 12 WNA Vietnam yang terdiri dari tujuh perempuan dan lima laki-laki yang diduga tengah dipersiapkan menuju Malaysia melalui perairan perbatasan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, para WNA tersebut selain diduga telah melampaui batas waktu izin tinggal atau *overstay*, juga diduga melanggar ketentuan keimigrasian karena berupaya keluar dari wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi tanpa menjalani pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Terkait motif para WNA berupaya keluar dari Indonesia, masih diperlukan pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan untuk menghindari konsekuensi atas dugaan overstay maupun adanya motif lain yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum. Untuk proses lebih lanjut sesuai kewenangan, para WNA selanjutnya diserahkan kepada Kantor Imigrasi Batam.

Keberhasilan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas Kodaeral IV dan Satgas POA BAIS TNI dalam meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas ilegal di wilayah Kepulauan Riau. Kodaeral IV terus mengoptimalkan fungsi intelijen dan unsur di lapangan guna mencegah pemanfaatan jalur laut sebagai akses kegiatan ilegal lintas negara yang berpotensi mengganggu keamanan serta kedaulatan wilayah.

Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., mengimbau masyarakat Kepulauan Riau untuk berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran maupun kejahatan, termasuk mengawasi aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA serta segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

Kodaeral IV sebagai Garda Samudra akan terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan wilayah maritim dan perbatasan, sekaligus mendukung upaya pemerintah mencegah berbagai pelanggaran hukum demi tegaknya kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Editor: Caecilia Eersta