ASKARA - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta mencatatkan hasil positif dalam penilaian kualitas pelayanan publik dan persepsi antikorupsi periode September 2026. Hasil survei menunjukkan nilai Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) mencapai 3,97, sedangkan Survei Persepsi Antikorupsi (SPAK) memperoleh nilai 3,96. Kedua indikator tersebut meraih predikat Sangat Baik.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam penyelenggaraan pelayanan keimigrasian di wilayah DKI Jakarta. Di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja, hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Hal ini menjadi perhatian dalam pemberitaan yang disusun pada Rabu (21/10/2026).
Nilai SPKP sebesar 3,97 mencerminkan penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, sementara nilai SPAK sebesar 3,96 berkaitan dengan persepsi antikorupsi. Kedua indikator tersebut memiliki arti penting dalam mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Namun, pencapaian predikat sangat baik bukan alasan untuk berpuas diri. Kualitas pelayanan harus terus dijaga melalui peningkatan kompetensi petugas, kepastian prosedur, kemudahan memperoleh informasi, serta sikap ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pamuji Raharja Diharapkan Perkuat Kinerja Jajaran Imigrasi Jakarta
Sebagai pimpinan wilayah, Pamuji Raharja memiliki peran strategis dalam mengarahkan jajaran kantor imigrasi di Jakarta untuk menjaga standar pelayanan dan memperkuat budaya kerja yang berintegritas.
Para kepala kantor imigrasi diharapkan terus membangun koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan memastikan seluruh petugas bekerja sesuai ketentuan. Komitmen tersebut penting agar kualitas pelayanan tidak hanya tercermin dalam hasil survei, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam konteks ini, pesan positif yang dapat disampaikan kepada seluruh jajaran adalah agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang diperoleh. Evaluasi harus terus dilakukan, masukan masyarakat perlu ditindaklanjuti, dan setiap kekurangan harus menjadi dasar untuk melakukan pembenahan.
Penguatan integritas juga harus menjadi perhatian bersama. Transparansi prosedur, pencegahan gratifikasi, pengawasan internal, serta penanganan pengaduan secara profesional merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan keimigrasian yang bersih dan dapat dipercaya.
Kepercayaan Masyarakat Harus Terus Dijaga
Partisipasi masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap pelayanan publik memiliki peran penting dalam mendorong perbaikan berkelanjutan. Hasil survei dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Imigrasi DKI Jakarta untuk mempertahankan aspek pelayanan yang telah dinilai baik sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
Di sisi lain, masyarakat membutuhkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga jelas, adil, transparan, dan memberikan kepastian. Karena itu, seluruh jajaran perlu menjadikan kepuasan masyarakat sebagai salah satu perhatian utama dalam menjalankan tugas.
Dengan nilai SPKP 3,97 dan SPAK 3,96 pada periode September 2026, Kanwil Ditjen Imigrasi DKI Jakarta diharapkan mampu mempertahankan predikat sangat baik sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
Ke depan, tantangan yang harus dijawab adalah menjaga konsistensi kinerja agar capaian tersebut berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, pengawasan yang efektif, dan komitmen seluruh jajaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan keimigrasian yang semakin baik serta menjaga kepercayaan masyarakat.